Dinilai Bikin Gaduh di Masa Tenang, Sutradara hingga Akademisi Film Dirty Vote Dilaporkan ke Bareskrim
Selasa, 13 Februari 2024 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
“Karena dengan waktu di masa tenang pemilu memunculkan sebuah film dokumenter tentang kecurangan pemilu yang bertujuan membuat kegaduhan dan menyudutkan salah satu capres yang bertentangan dengan UU Pemilu yang mengatur tentang masa tenang,” katanya.
Dia menilai keterlibatan 3 akademisi dalam tim reformasi hukum di Kemenkopolhukam saat dijabat Mahfud MD sebagai Menko Polhukam menyebabkan berbau politis karena Mahfud MD saat ini konstestan Pilpres 2024.
“Kami menilai para akademisi tersebut telah menghancurkan tatanan demokrasi dengan memenuhi unsur niat permufakatan jahat, membuat isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga munculnya gejolak di masyarakat dengan fitnah dan data palsu yang disebar ke masyarakat. Ini daya rusaknya luar biasa di tengah masyarakat," ungkapnya.
"Kami minta Bareskrim Polri agar profesional dan presisi untuk mengusut dugaan pidana pelanggaran pemilu ini karena di masa tenang termasuk pelanggaran pemilu yang serius dan tendensius terhadap calon lainnya," tambahnya.
Diketahui, film Dirty Vote melibatkan tiga ahli hukum tata negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari. Ketiganya secara terang benderang mengungkap kecurangan Pemilu 2024 dalam film yang tayang perdana Minggu, 11 Februari 2024.
Dia menilai keterlibatan 3 akademisi dalam tim reformasi hukum di Kemenkopolhukam saat dijabat Mahfud MD sebagai Menko Polhukam menyebabkan berbau politis karena Mahfud MD saat ini konstestan Pilpres 2024.
“Kami menilai para akademisi tersebut telah menghancurkan tatanan demokrasi dengan memenuhi unsur niat permufakatan jahat, membuat isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga munculnya gejolak di masyarakat dengan fitnah dan data palsu yang disebar ke masyarakat. Ini daya rusaknya luar biasa di tengah masyarakat," ungkapnya.
"Kami minta Bareskrim Polri agar profesional dan presisi untuk mengusut dugaan pidana pelanggaran pemilu ini karena di masa tenang termasuk pelanggaran pemilu yang serius dan tendensius terhadap calon lainnya," tambahnya.
Diketahui, film Dirty Vote melibatkan tiga ahli hukum tata negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari. Ketiganya secara terang benderang mengungkap kecurangan Pemilu 2024 dalam film yang tayang perdana Minggu, 11 Februari 2024.
(jon)
Lihat Juga :