Bicara Pentingnya Kebebasan Menyampaikan Pendapat, Bivitri Susanti: Seakan-akan Ruang Demokrasi Lagi Dikunci
Sabtu, 10 Februari 2024 - 00:17 WIB
loading...
A
A
A
"Apa yang bisa dilakukan masyarakat sipil? Karena kita masyarakat sipil, tangan kita adalah para wakil kita (DPR). Kalau ruangnya tertutup, apa yang akan dilakukan? Bersuara di luar, bisa demonstrasi, bisa di medsos, melalui tulisan-tulisan," ujarnya.
Namun, Bivitri melihat bahwa demonstrasi pun tidak lagi bisa dilakukan sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Sebab, tidak sedikit dari massa aksi yang kehilangan nyawa dan menjadi korban pengeroyokan oknum aparat. Hal tersebut, kata Bivitri, menjadi bukti bahwa sulitnya ruang demokrasi di Indonesia beberapa tahun ke belakang.
"Waktu revisi Undang-undang KPK, demontrasi 'Reformasi Dikorupsi' maupun demontrasi 'Cipta Kerja', itu ribuan mahasiswa yang ditangkap, dan diperlakukan semena-mena dalam penangkapan itu. Dan jangan lupa, 'Reformasi Dikorupsi' ada lima orang meninggal dunia, mahasiswa dan pelajar. Jadi saya ingin bilang bahwa, seakan-akan ruang demokrasi itu sendiri sekarang lagi dikunci," ujarnya.
Namun, Bivitri melihat bahwa demonstrasi pun tidak lagi bisa dilakukan sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Sebab, tidak sedikit dari massa aksi yang kehilangan nyawa dan menjadi korban pengeroyokan oknum aparat. Hal tersebut, kata Bivitri, menjadi bukti bahwa sulitnya ruang demokrasi di Indonesia beberapa tahun ke belakang.
"Waktu revisi Undang-undang KPK, demontrasi 'Reformasi Dikorupsi' maupun demontrasi 'Cipta Kerja', itu ribuan mahasiswa yang ditangkap, dan diperlakukan semena-mena dalam penangkapan itu. Dan jangan lupa, 'Reformasi Dikorupsi' ada lima orang meninggal dunia, mahasiswa dan pelajar. Jadi saya ingin bilang bahwa, seakan-akan ruang demokrasi itu sendiri sekarang lagi dikunci," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :