Suara Jelah dari Amir Hamzah, Seruan Moral Unusia

Kamis, 08 Februari 2024 - 14:22 WIB
loading...
Suara Jelah dari Amir...
Ilustrasi demokrasi.Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sivitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia ( Unusia ) Jakarta mengeluarkan seruan moral berjudul Suara Jelah dari Amir Hamzah. Mereka melihat dinamika sosial politik yang terjadi menjelang Pilpres 2024 menunjukkan berlangsungnya praktik penyimpangan, pengangkangan hukum, dan pengabaian nilai-nilai moral dalam menjalankan roda pemerintahan, serta menjauhkan diri dari nilai-nilai demokrasi.

“Pengelolaan negara didominasi oleh corak kekuasaan (machstaat), bukan negara hukum (rechstaat) bahwa hukum ditegakkan dengan baik dan benar, apalagi akhlak sosial. Akhir-akhir ini hukum cenderung digunakan sebagai alat politik dan kekuasaan, bukannya untuk membangun dan menjaga keadaban kehidupan bernegara,” bunyi seruan moral Unusia Jakarta dikutip Kamis (8/2/2024).

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) telah melakukan upaya Hukum melalui permohonan pengujian undang-undang nomor: 141/PUU-XXI/2023 dan laporan dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim konstitusi nomor: 2/MKMK/L/11/2023. Namun, upaya-upaya itu tidak membuahkan hasil.

Baca juga: BEM Unusia Sampaikan Empat Sikap Menolak Dinasti Politik

Oleh karenanya, dengan didasari atas komitmen untuk merawat demokrasi, menegakkan nilai-nilai keadilan, serta urgensi menjaga kejernihan nalar publik dalam berbangsa dan bernegara, sivitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jakarta menegaskan seruan moral bahwa:

1. Nabi Muhammad SAW telah menegaskan pentingnya moralitas dalam kehidupan manusia, beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia:
“Sesungguhnya aku (Muhammad SAW.) diutus hanya untuk menyempurnakan kesalehan akhlak.” (HR. Ahmad) Tindakan abai dan ketidakpedulian terhadap nilai moral dan prinsip demokrasi dengan jalan memanipulasi konstitusi adalah praktik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak laik dilakukan oleh siapa pun saja, termasuk penyelenggara negara;

2. Sirnanya etika dalam berbangsa dan bernegara yang tercermin dalam sejumlah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme telah merusak sendi-sendi dasar kehidupan dan kemanusiaan;

3. Menggesa presiden sebagai kepala negara untuk menginstruksikan kepada jajaran bawahannya agar menghentikan kutukan terhadap seruan moral yang disampaikan oleh perguruan tinggi;

4. Mendesak seluruh elemen yang berada di lembaga negara dan lembaga pemerintah untuk bersikap netral yang sesuai dengan amanat konstitusi dan nilai demokrasi, dan mengedepankan politik yang berakhlak. Keberpihakan lembaga negara dan lembaga pemerintah dalam kontestasi pemilihan umum merupakan bentuk kecurangan yang menciderai konstitusi, nilai-nilai demokrasi dan tidak dapat dibenarkan;

5. Mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama-sama merawat nilainilai demokrasi sebagai bentuk implementasi cita-cita kemerdekaan dalam berbangsa dan bernegara;

6. Mengajak seluruh kolega di lembaga pendidikan untuk bersama-sama menyeriusi pendidikan moral dan etika. Bahwa tugas lembaga pendidikan bukan saja mengajar apalagi hanya mencetak buruh terampil. Tugas pendidikan ialah mengajar (ta’lim), mendidik (tarbiyah), dan mengembangkan manusia yang bermoral (ta’dib), karena tujuan pendidikan tidak lain ialah untuk membangun dan mengembangkan potensi rohani manusia (ulul albab).

“Akhirnya, semoga kita selalu dikaruniai hati yang terang, pikiran yang jernih, dada yang lapang, dan senantiasa dalam lindungan-Nya. Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamit Thariq. Kamis, 07 Februari 2024. Sivitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Jl. Amir Hamzah 05, Pegangsaan, Menteng, Jakarta,” pungkasnya.

Adapun sivitas akademika Unusia Jakarta yang terlibat dalam seruan ini adalah Adrinoviarini, Ahsanul Minan, Ahmad Dzakirin, Ahmad Mahrus, Alanuari, Aldi Hidayat, Amsar A. Dulmanan, Anggun Pastika Sandi, Any Rufaedah, Anjasmoro Syaikhuddin Nur, Asiroch Yulia, Ayatullah, Bahauddin, Brahma Aryana, Chintia Viranda, Dede Setiawan, Devie Yundianto, dan Fariz Alnizar.

Fatkhu Yasik, Fira Mubayyinah, Fitrotul Muzayyanah, Ginar Liqo Lilalamin, H. Fuadul Umam, Irfan Firdaus Amar, Isfa’zia Ulhaq, K.H. Hayaturrahman, K.H. Yusni Amru Ghazali, M. Aras Prabowo, Moh. Faiz Maulana, Maria Ulfah Anshor, Maryam Alatas, Muchammad Tolchah, Muhammad Nurul Huda, Muhammad Nurun Najib.

Muhammad Aqil Azizi, Muhammad Abdurrahman, Ngatawi Al-Zastrow, Muzani Noor, Mujtaba Hamdi, Moh. Zuhdi, Naeni Amanulloh, Saiful Bahri, Sari Febriani, Siti Mutia Anindita, Sigit Nurhadi Nugraha, Ulinnuha, Yudi Yudiana, Taufik Hidayadi, Tegar Afriansyah, Tony Rudyansjah, Widya Rahmawati Al-Nur, Winda Maharani, Yudi Yudiana.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Kurikulum S3 Manajemen...
Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam: Membangun Organisme Ilmu yang Hidup
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Rekomendasi
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved