Hasto Bicara Karmapala: Hati Nurani Rakyat Jangan Diintervensi
Rabu, 07 Februari 2024 - 18:13 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi mari kita buka mata hati kita dengan jernih. Ini bukan persoalan siapa mau menjadi presiden. Ini persoalan Indonesia kita. Ini persoalan bahwa kultur demokrasi itu jangan sampai dirusak. Kultur demokrasi ini sangat mahal dibangun dengan susah payah," ucapnya.
Terkait distorsi yang terjadi saat ini, Hasto menegaskan kita berbagi boleh dengan cara-cara yang demokratis. Bukan kemudian dipaksakan satu putaran kemudian berbagi.
"Terhadap hal-hal yang prinsip, jangan dikompromikan kalau ada perbedaan fundamental. Nah karena itulah kita melihat distorsi itu menyangkut hal-hal yang fundamental, diatas hukum itu ada etika, maka sebentar dulu kalau mau bicara kompromi. Kita ini punya prinsip, partai punya prinsip, PDI Perjuangan digerakkan oleh ideologi, oleh keyakinan politik bagi kami. 32 tahun Orde Baru kami dipinggirkan tapi kami bisa eksis, 10 tahun jaman pak SBY juga," jelasnya.
Hasto menyebut yang harus diperhatikan dengan baik bahwa pemilu ini urusan rakyat dan bagaimana ide gagasan terbaik sehingga rakyat yang menilai dengan bebas maka akan menghasilkan pemimpin yang baik.
"Itu keyakinan kita, itu sistem demokrasi yang kita bangun bersama-sama. Jadi inilah yang kita hormati. Apalagi kita lihat pengorbanan mahasiswa ketika Reformasi itu berjalan. Itu kan ada korban. Di Trisakti ada korban, di Semanggi ada korban. Penyerangan Kantor PDI ada korban, tetapi korban itu yang diproses hukum hanya prajurit-prajuritnya."
"Mana ada panglimanya yang diproses sehingga pada kesempatan kali ini karena distorsi itu kami mengimbau kepada aparatur negara, TNI Polri, jangan mau dikorbankan lagi seperti dulu peristiwa Semanggi-Trisakti. Prajuritnya dikorbankan. Pedomannya ikutilah konstitusi dan pranata kebenaran," ucap Sekjen PDIP itu.
Terkait distorsi yang terjadi saat ini, Hasto menegaskan kita berbagi boleh dengan cara-cara yang demokratis. Bukan kemudian dipaksakan satu putaran kemudian berbagi.
"Terhadap hal-hal yang prinsip, jangan dikompromikan kalau ada perbedaan fundamental. Nah karena itulah kita melihat distorsi itu menyangkut hal-hal yang fundamental, diatas hukum itu ada etika, maka sebentar dulu kalau mau bicara kompromi. Kita ini punya prinsip, partai punya prinsip, PDI Perjuangan digerakkan oleh ideologi, oleh keyakinan politik bagi kami. 32 tahun Orde Baru kami dipinggirkan tapi kami bisa eksis, 10 tahun jaman pak SBY juga," jelasnya.
Hasto menyebut yang harus diperhatikan dengan baik bahwa pemilu ini urusan rakyat dan bagaimana ide gagasan terbaik sehingga rakyat yang menilai dengan bebas maka akan menghasilkan pemimpin yang baik.
"Itu keyakinan kita, itu sistem demokrasi yang kita bangun bersama-sama. Jadi inilah yang kita hormati. Apalagi kita lihat pengorbanan mahasiswa ketika Reformasi itu berjalan. Itu kan ada korban. Di Trisakti ada korban, di Semanggi ada korban. Penyerangan Kantor PDI ada korban, tetapi korban itu yang diproses hukum hanya prajurit-prajuritnya."
"Mana ada panglimanya yang diproses sehingga pada kesempatan kali ini karena distorsi itu kami mengimbau kepada aparatur negara, TNI Polri, jangan mau dikorbankan lagi seperti dulu peristiwa Semanggi-Trisakti. Prajuritnya dikorbankan. Pedomannya ikutilah konstitusi dan pranata kebenaran," ucap Sekjen PDIP itu.
Lihat Juga :