Ramai Kampus Bersuara Demokrasi, Ganjar: Dari Nurani, Tak Mungkin Memihak Paslon Tertentu
Rabu, 07 Februari 2024 - 18:13 WIB
loading...
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyebut demokrasi Indonesia berada di jurang pada proses Pemilu 2024. Foto/MPI/jonathan simanjuntak
A
A
A
JAWA TENGAH - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyebut demokrasi Indonesia berada di jurang pada proses Pemilu 2024. Hal itu ditandai dengan munculnya mosi dan petisi dari berbagai kelompok masyarakat hingga sivitas akademis.
"Oh ya terus bertambah. Saya ingin menyampaikan saja, demokrasi kita berada pada jurang. Maka, masyarakat sipil, tokoh agama, tokoh masyarakat, mengingatkan, termasuk kampus-kampus. Ingat, kampus itu punya kebebasan mimbar akademik," kata Ganjar di Karanganyar, Rabu (7/2/2024).
Ganjar menilai apabila kampus-kampus bergerak itu artinya suara nurani. Ganjar membantah adanya klaim yang menyebut gerakan itu untuk memihal pasangan calon tertentu atau bahkan ditunggangi kelompok tertentu.
Baca juga: Ramai Sivitas Akademika Bicara Demokrasi, Ganjar: Kebebasan Itu Harus Kita Hormati
"Maka kalau mereka menyuarakan, itu pasti nuraninya. Gak mungkin lah orang tua dikatakan Anda berpihak, ini karena electoral. Menyakitkan buat mereka. Karena para profesor yang sudah sepuh menyampaikan aku mau cari apa lagi? Kalau soal ini," jelas Ganjar.
"Oh ya terus bertambah. Saya ingin menyampaikan saja, demokrasi kita berada pada jurang. Maka, masyarakat sipil, tokoh agama, tokoh masyarakat, mengingatkan, termasuk kampus-kampus. Ingat, kampus itu punya kebebasan mimbar akademik," kata Ganjar di Karanganyar, Rabu (7/2/2024).
Ganjar menilai apabila kampus-kampus bergerak itu artinya suara nurani. Ganjar membantah adanya klaim yang menyebut gerakan itu untuk memihal pasangan calon tertentu atau bahkan ditunggangi kelompok tertentu.
Baca juga: Ramai Sivitas Akademika Bicara Demokrasi, Ganjar: Kebebasan Itu Harus Kita Hormati
"Maka kalau mereka menyuarakan, itu pasti nuraninya. Gak mungkin lah orang tua dikatakan Anda berpihak, ini karena electoral. Menyakitkan buat mereka. Karena para profesor yang sudah sepuh menyampaikan aku mau cari apa lagi? Kalau soal ini," jelas Ganjar.
Lihat Juga :