Gara-gara COVID-19, Realisasi Pendapatan Daerah Baru 48,18%
Rabu, 12 Agustus 2020 - 20:15 WIB
loading...
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis data realisasi pendapatan daerah semester I tahun 2020 yakni 48,18% atau Rp536,3 triliun. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis data realisasi pendapatan daerah semester I tahun 2020 yakni 48,18% atau Rp536,3 triliun. Sementara target pendapatan daerah yang ditetapkan totalnya sebesar Rp1.113 triliun.
Dimana realisasi pendapatan 34 provinsi senilai Rp154,19 triliun atau 47,55% dari target Rp324,28 triliun. Lalu kabupaten/kota, realisasi pendapatan sebesar Rp382,11 triliun atau 48,44% dari target Rp788,77 triliun. (Baca juga: Wakapolri Ancam Copot Kapolsek Hingga Kapolda Jika Tak Serius Tangani Covid)
“Untuk provinsi pendapatan tertinggi ada DKI Jakarta dengan 64,90%, Sumatera Barat 60,85%, DI Yogyakarta 58,35%, Kalimantan Tengah 57,76%, Gorontalo 56,6%,” ujar Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Mochammad Ardian saat konferensi pers virtual, Rabu (12/8/2020)
Lalu untuk provinsi dengan realisasi pendapatan terendah adalah Papua sebesar 22,18%, Papua Barat 24,81%, dan Aceh 29,98%. Kemudian untuk kabupaten/kota yang realisasi pendapatan daerahnya tertinggi yakni Kota Banjarmasin sebesar 69,54%. Sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Manokwari hanya 9,02%.
Ardian menyebut ada beberapa penyebab yang membuat realisasi pendapatan daerah menurun. Dimana penyebab utamanya adalah adanya pandemi COVID-19.
Dimana realisasi pendapatan 34 provinsi senilai Rp154,19 triliun atau 47,55% dari target Rp324,28 triliun. Lalu kabupaten/kota, realisasi pendapatan sebesar Rp382,11 triliun atau 48,44% dari target Rp788,77 triliun. (Baca juga: Wakapolri Ancam Copot Kapolsek Hingga Kapolda Jika Tak Serius Tangani Covid)
“Untuk provinsi pendapatan tertinggi ada DKI Jakarta dengan 64,90%, Sumatera Barat 60,85%, DI Yogyakarta 58,35%, Kalimantan Tengah 57,76%, Gorontalo 56,6%,” ujar Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Mochammad Ardian saat konferensi pers virtual, Rabu (12/8/2020)
Lalu untuk provinsi dengan realisasi pendapatan terendah adalah Papua sebesar 22,18%, Papua Barat 24,81%, dan Aceh 29,98%. Kemudian untuk kabupaten/kota yang realisasi pendapatan daerahnya tertinggi yakni Kota Banjarmasin sebesar 69,54%. Sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Manokwari hanya 9,02%.
Ardian menyebut ada beberapa penyebab yang membuat realisasi pendapatan daerah menurun. Dimana penyebab utamanya adalah adanya pandemi COVID-19.
Lihat Juga :