STF Driyarkara Ingatkan Presiden Jokowi Bersikap Jujur dan Adil
Selasa, 06 Februari 2024 - 14:54 WIB
loading...
Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara melangsungkan pembacaan deklarasi seruan atas pelanggaran etika politik yang terjadi pada Pemilu 2024. Foto/Muhammad Farhan
A
A
A
JAKARTA - Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara melangsungkan pembacaan deklarasi seruan atas pelanggaran etika politik yang terjadi pada Pemilu 2024. Pembacaan deklarasi seruan tersebut dilakukan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2024), mewakili Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi se-Indonesia.
Rektor STF Driyarkara Dr. Simon Petrus L. Tjahjadi membacakan deklarasi seruan tersebut didampingi sejumlah guru besar seperti Romo Franz Magnis-Suseno, Dr. Karlina Supelli, Dr. A. Setyo Wibowo, dan seluruh dosen, mahasiswa, serta perwakilan alumni STF Driyarkara.
Dalam deklarasinya, STF Driyarkara menekankan asas pemilu jujur dan adil telah disepakati berdasarkan cita-cita Reformasi 1998, yaitu menjamin setiap suara dihargai sehingga menjadi ajaran etika politik kita.
"Kepada segenap pemangku jabatan negara dan pemerintahan, khususnya kepada Bapak Presiden kami mengingatkan bahwa bersikap jujur dan adil adalah cara berpikir dan laku dalam bernegara. Kekuasaan yang dijalankan secara lancung akan merusak etika, kemudian hukum akan ikut rusak juga," ujar Simon membacakan seruan di hadapan para sivitas akademika STF Driyarkara.
Baca Juga: Seruan Kebangsaan Alumni Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Seluruh Indonesia
Rektor STF Driyarkara Dr. Simon Petrus L. Tjahjadi membacakan deklarasi seruan tersebut didampingi sejumlah guru besar seperti Romo Franz Magnis-Suseno, Dr. Karlina Supelli, Dr. A. Setyo Wibowo, dan seluruh dosen, mahasiswa, serta perwakilan alumni STF Driyarkara.
Dalam deklarasinya, STF Driyarkara menekankan asas pemilu jujur dan adil telah disepakati berdasarkan cita-cita Reformasi 1998, yaitu menjamin setiap suara dihargai sehingga menjadi ajaran etika politik kita.
"Kepada segenap pemangku jabatan negara dan pemerintahan, khususnya kepada Bapak Presiden kami mengingatkan bahwa bersikap jujur dan adil adalah cara berpikir dan laku dalam bernegara. Kekuasaan yang dijalankan secara lancung akan merusak etika, kemudian hukum akan ikut rusak juga," ujar Simon membacakan seruan di hadapan para sivitas akademika STF Driyarkara.
Baca Juga: Seruan Kebangsaan Alumni Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Seluruh Indonesia
Lihat Juga :