Alumni UIN Syarif Hidayatullah Ingatkan Presiden Jokowi Jaga Demokrasi
Selasa, 06 Februari 2024 - 12:26 WIB
loading...
Sejumlah alumni dan civitas academica UIN Syarif Hidayatullah menyatakan kegelisahan atas kondisi demokrasi terkini dan penyelenggaraan Pemilu 2024. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah alumni dan civitas academica UIN Syarif Hidayatullah menyatakan kegelisahan atas kondisi demokrasi terkini dan penyelenggaraan Pemilu 2024. Mereka mengingatkan agar Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) untuk bisa menjaga demokrasi dan memastikan penyelenggaraan Pemilu 2024 berjalan secara adil.
Salah sati alumni UIN Syarif Hidayatullah, Saidiman Ahmad mengingatkan, ada dua Presiden Republik Indonesia (RI) yang sangat populer dan jatuh pada akhir masa jabatannya. Pertama, kata Saidiman, Soekarno.
"Dia adalah proklamator sangat populer, dicintai hampir seluruh rakyat RI, tetapi karena perbuatannya yang mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup, membubarkan partai, dan berlaku diskriminatif, diktator, membubarkan parlemen, walaupun dia populer dia diturunkam oleh rakyat Indonesia dari posisinya sebagai presiden," kata Saidiman di Taman Landmark UIN, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2024).
Kedua, kata Saidiman, Presiden ke-2 RI Soeharto. Soeharto datang tepat waktu ketika ekonomi Indonesia hancur. Apalagi, Soeharto membawa konsep pembangunan ekonomi yang banyak diapresiasi masyarakat. Rakyat, kata Saidiman, merasakan pembangunan di era Soeharto. Namun, di akhir masa tuanya Soeharto diturunkan oleh rakyat.
Baca Juga: Kawal Pemilu 2024, UIN Jakarta Keluarkan 6 Pernyataan Sikap
Salah sati alumni UIN Syarif Hidayatullah, Saidiman Ahmad mengingatkan, ada dua Presiden Republik Indonesia (RI) yang sangat populer dan jatuh pada akhir masa jabatannya. Pertama, kata Saidiman, Soekarno.
"Dia adalah proklamator sangat populer, dicintai hampir seluruh rakyat RI, tetapi karena perbuatannya yang mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup, membubarkan partai, dan berlaku diskriminatif, diktator, membubarkan parlemen, walaupun dia populer dia diturunkam oleh rakyat Indonesia dari posisinya sebagai presiden," kata Saidiman di Taman Landmark UIN, Tangerang Selatan, Senin (5/2/2024).
Kedua, kata Saidiman, Presiden ke-2 RI Soeharto. Soeharto datang tepat waktu ketika ekonomi Indonesia hancur. Apalagi, Soeharto membawa konsep pembangunan ekonomi yang banyak diapresiasi masyarakat. Rakyat, kata Saidiman, merasakan pembangunan di era Soeharto. Namun, di akhir masa tuanya Soeharto diturunkan oleh rakyat.
Baca Juga: Kawal Pemilu 2024, UIN Jakarta Keluarkan 6 Pernyataan Sikap
Lihat Juga :