Denny Indrayana Baca Gelagat Upaya Sistematis Ganggu Demokrasi Sejak Akhir 2022
Minggu, 04 Februari 2024 - 12:37 WIB
loading...
A
A
A
“Nah ini semua yang kemudian harus dibaca ketika di ujungnya sekarang Presiden mencoba melegitimasi bahwa aturan Undang-Undang Pemilu memberikan kesempatan untuk berkampanye. Itulah cara membaca yang keliru, terutama kalau kita meletakkan teks Undang-Undang Pemilu itu pada konteksnya,” ujar Denny.
Bahkan, saat ini ruang-ruang publik telah dipenuhi berbagai intrik yang sangat kasat mata menunjukkan bagaimana Pemilu sebenarnya dari awal telah cacat dan tidak bisa dikatakan menghadirkan Pemilu yang free and fair.
“Pemilu yang free and fair itu sudah gugur ibarat kandungan sebelum dilahirkan. Kenapa demikian? Kata kuncinya adalah cawe-cawe,” ucapnya.
Denny telah bertemu Mahfud MD yang saat itu masih menjabat Menko Polhukam untuk berbicara mengenai hal ini. Dia menyimpulkan saat itu hukum telah diperalat untuk strategi pemenangan Pilpres 2024.
“Saya berkesimpulan sebagai orang hukum, hukum sedang dimanfaatkan menjadi alat, objek, diperalat untuk strategi pemenangan pilpres terutama yang sarat dengan kecurangan dan keculasan,” ujarnya.
Bahkan, saat ini ruang-ruang publik telah dipenuhi berbagai intrik yang sangat kasat mata menunjukkan bagaimana Pemilu sebenarnya dari awal telah cacat dan tidak bisa dikatakan menghadirkan Pemilu yang free and fair.
“Pemilu yang free and fair itu sudah gugur ibarat kandungan sebelum dilahirkan. Kenapa demikian? Kata kuncinya adalah cawe-cawe,” ucapnya.
Denny telah bertemu Mahfud MD yang saat itu masih menjabat Menko Polhukam untuk berbicara mengenai hal ini. Dia menyimpulkan saat itu hukum telah diperalat untuk strategi pemenangan Pilpres 2024.
“Saya berkesimpulan sebagai orang hukum, hukum sedang dimanfaatkan menjadi alat, objek, diperalat untuk strategi pemenangan pilpres terutama yang sarat dengan kecurangan dan keculasan,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :