Pelanggaran Konstitusi Tiada Henti, UMY Kritik Hilangnya Etika Penyelenggara Negara
Sabtu, 03 Februari 2024 - 11:52 WIB
loading...
Pesan Kebangsaan dan Imbauan Moral Dewan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kepada Seluruh Penyelenggara Negara di halaman Kampus UMY, Sabtu (3/2/2024). FOTO/MPI/YOHANNES DEMO
A
A
A
JAKARTA - Segenap guru besar dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyampaikan kritikan terhadap penyelenggara negara atas tindakan melanggar konstitusi selama Pemilu 2024.
Kritik itu disampaikan dalam tajuk 'Pesan Kebangsaan dan Imbauan Moral Dewan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kepada Seluruh Penyelenggara Negara' yang dibacakan langsung Guru Besar UMY Akif Khilmiyah di halaman Kampus UMY, Sabtu (3/2/2024).
UMY menilai selama kurun waktu setahun terakhir, pelanggaran konsitusi seperti tak ada hentinya. Penyelenggara negara dianggap tak malu-malu lagi menunjukkan pelanggaran-pelanggaran etika bernegara.
"Mulai dari KPK yang dikebiri, pejabat yang doyan korupsi, DPR yang tak berfungsi membela anak negeri, dan sebagian hakim MK yang tidak punya etika dan harga diri. Puncak dari semua itu adalah dipasungnya hakim MK oleh ambisi penguasa negeri dan hilangnya etika dalam politik kontestasi menjelang Pemilu 2024," kata Akif saat membacakan pesan moral tersebut.
Kritik itu disampaikan dalam tajuk 'Pesan Kebangsaan dan Imbauan Moral Dewan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kepada Seluruh Penyelenggara Negara' yang dibacakan langsung Guru Besar UMY Akif Khilmiyah di halaman Kampus UMY, Sabtu (3/2/2024).
UMY menilai selama kurun waktu setahun terakhir, pelanggaran konsitusi seperti tak ada hentinya. Penyelenggara negara dianggap tak malu-malu lagi menunjukkan pelanggaran-pelanggaran etika bernegara.
"Mulai dari KPK yang dikebiri, pejabat yang doyan korupsi, DPR yang tak berfungsi membela anak negeri, dan sebagian hakim MK yang tidak punya etika dan harga diri. Puncak dari semua itu adalah dipasungnya hakim MK oleh ambisi penguasa negeri dan hilangnya etika dalam politik kontestasi menjelang Pemilu 2024," kata Akif saat membacakan pesan moral tersebut.
Lihat Juga :