Kepala BKKN Ungkap Angka Stunting di DIY Sudah di Bawah Standar WHO
Kamis, 01 Februari 2024 - 21:53 WIB
loading...
A
A
A
"Rata-rata yang hamil usia 15-19 tahun, per 1.000 hanya 11,5. Kalau nasional masih 26,” tambahnya.
Meski capaiannya bagus, dia berharap para kepala daerah di DIY untuk bisa lebih memperhatikan kebijakan terkait pencegahan stunting dimulai dari hulu atau calon pengantin (catin), dan kesehatan jiwa masyarakat. “Ke depan tidak hanya stunting tetapi jiwanya juga," ujar dokter Hasto.
Mengutip data yang ada, dokter Hasto mengatakan, catin di DIY yang telah mengisi aplikasi Elsimil sebanyak 4.131 dari 20.108 yang terdaftar nikah di KUA DIY. "Harusnya stunting dapat dicegah dari pemeriksaan kesehatan catin (berdasarkan data Elsimil), dengan pendampingan oleh 5.556 kader sebagai Tim Pendamping Keluarga (TPK) di DIY," jelas dokter Hasto.
Data juga menunjukkan perempuan yang anemia di DIY sebanyak 4.131 orang atau 14,1% dari perempuan yang akan menikah yang melaporkan Hb-nya. Dari data yang ada, dokter Hasto juga mengungkap, "Yang kurus sebanyak 27,7%. Kalau menurut teori yang terlalu kurus dan anemia anaknya stunting," tandas dokter Hasto.
Dokter Hasto juga menyampaikan apresiasinya atas capaian DIY. "Capaian KB sangat baik 97% di angka fisiknya. Bantuan Operasional KB (BOKB) 2023 (terserap) mencapai 93%, kami mengalokasikan Rp 31,9 miliar, sudah diserap 30 koma sekian milliar,” ujar dokter Hasto.
Ia berharap anggaran Pemberian Makanan Tambahan (MPASI) bagi ibu hamil dan balita dari Kementerian Kesehatan untuk DIY sebesar Rp12,5 miliar bisa dioptimalkan dan dipercepat penyalurannya.
Meski capaiannya bagus, dia berharap para kepala daerah di DIY untuk bisa lebih memperhatikan kebijakan terkait pencegahan stunting dimulai dari hulu atau calon pengantin (catin), dan kesehatan jiwa masyarakat. “Ke depan tidak hanya stunting tetapi jiwanya juga," ujar dokter Hasto.
Mengutip data yang ada, dokter Hasto mengatakan, catin di DIY yang telah mengisi aplikasi Elsimil sebanyak 4.131 dari 20.108 yang terdaftar nikah di KUA DIY. "Harusnya stunting dapat dicegah dari pemeriksaan kesehatan catin (berdasarkan data Elsimil), dengan pendampingan oleh 5.556 kader sebagai Tim Pendamping Keluarga (TPK) di DIY," jelas dokter Hasto.
Data juga menunjukkan perempuan yang anemia di DIY sebanyak 4.131 orang atau 14,1% dari perempuan yang akan menikah yang melaporkan Hb-nya. Dari data yang ada, dokter Hasto juga mengungkap, "Yang kurus sebanyak 27,7%. Kalau menurut teori yang terlalu kurus dan anemia anaknya stunting," tandas dokter Hasto.
Dokter Hasto juga menyampaikan apresiasinya atas capaian DIY. "Capaian KB sangat baik 97% di angka fisiknya. Bantuan Operasional KB (BOKB) 2023 (terserap) mencapai 93%, kami mengalokasikan Rp 31,9 miliar, sudah diserap 30 koma sekian milliar,” ujar dokter Hasto.
Ia berharap anggaran Pemberian Makanan Tambahan (MPASI) bagi ibu hamil dan balita dari Kementerian Kesehatan untuk DIY sebesar Rp12,5 miliar bisa dioptimalkan dan dipercepat penyalurannya.
Lihat Juga :