Mahfud MD Disarankan Tak Perlu Mundur dari Menko Polhukam, Ini Alasannya
Rabu, 31 Januari 2024 - 11:08 WIB
loading...
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD disarankan tidak mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD disarankan tidak mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Sebab, Mahfud patuh pada aturan dan tidak menggunakan fasilitas negara ketika kampanye Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan, Mahfud MD tidak perlu mundur meski sudah menyampaikan keinginannya untuk menghindari terjadi konflik kepentingan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Menurutnya, sejauh ini Mahfud telah menunjukkan kepatuhannya kepada undang-undang dan peraturan Pemilu, dengan mengajukan cuti selama berkampanye. Selain itu, Mahfud juga tidak menggunakan fasilitas negara atau melakukan kampanye terselubung.
"Jadi kalau menurut saya, jangan mundur lah, Pak Mahfud. Biarkan Pak Jokowi yang reshuffle, kita lihat berani enggak Pak Jokowi?" kata Ray dikutip, Rabu (31/1/2024).
Menurutnya, dengan tidak mundur dari jabatannya, Mahfud MD dalam tanda kutip sedang mengingatkan Presiden Jokowi tentang situasi yang dilakukan Jokowi dan keluarganya terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu sebagai pengingat tentang perasaan keluarga besar PDIP yang dikhianati.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan, Mahfud MD tidak perlu mundur meski sudah menyampaikan keinginannya untuk menghindari terjadi konflik kepentingan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Menurutnya, sejauh ini Mahfud telah menunjukkan kepatuhannya kepada undang-undang dan peraturan Pemilu, dengan mengajukan cuti selama berkampanye. Selain itu, Mahfud juga tidak menggunakan fasilitas negara atau melakukan kampanye terselubung.
"Jadi kalau menurut saya, jangan mundur lah, Pak Mahfud. Biarkan Pak Jokowi yang reshuffle, kita lihat berani enggak Pak Jokowi?" kata Ray dikutip, Rabu (31/1/2024).
Menurutnya, dengan tidak mundur dari jabatannya, Mahfud MD dalam tanda kutip sedang mengingatkan Presiden Jokowi tentang situasi yang dilakukan Jokowi dan keluarganya terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu sebagai pengingat tentang perasaan keluarga besar PDIP yang dikhianati.
Lihat Juga :