Ganjar Kagumi Perjuangan Bung Hatta pada Pendidikan di Rumah Pengasingan Banda Neira
Selasa, 30 Januari 2024 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
“Luar biasa semangatnya. Tentu itu harus menjadi inspirasi dan semangat orang-orang sekarang bahwa pendidikan bagi Bung Hatta sangat penting,” ujar Ganjar.
Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD itu semakin bersemangat dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Di dalam programnya, Ganjar berfokus memberikan akses pendidikan bagi warga miskin melalui program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.
Selain itu, juga dengan Program Internet Gratis dan Merata sebagai media pendukung belajar bagi pelajar. “Saat itu Bung Hatta memberi akses bagi masyarakat, satu keluarga satu orang bisa sekolah di situ. Rasa-rasanya itu bagus untuk terus diterapkan saat ini,” tutur Ganjar.
Sekadar informasi, Pulau Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli (bunga pala) dunia. Banda Neira menjadi satu-satunya pulau penghasil rempah-rempah bernilai tinggi hingga pertengahan abad ke-19. Itulah yang membuat bangsa Eropa kepincut untuk menguasai.
Pulau yang berpenduduk 14.000 jiwa itu juga dijadikan tempat pengasingan pejuang nasional pada masa Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Beberapa di antaranya Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Cipto Mangunkusumo.
Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD itu semakin bersemangat dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Di dalam programnya, Ganjar berfokus memberikan akses pendidikan bagi warga miskin melalui program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.
Selain itu, juga dengan Program Internet Gratis dan Merata sebagai media pendukung belajar bagi pelajar. “Saat itu Bung Hatta memberi akses bagi masyarakat, satu keluarga satu orang bisa sekolah di situ. Rasa-rasanya itu bagus untuk terus diterapkan saat ini,” tutur Ganjar.
Sekadar informasi, Pulau Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli (bunga pala) dunia. Banda Neira menjadi satu-satunya pulau penghasil rempah-rempah bernilai tinggi hingga pertengahan abad ke-19. Itulah yang membuat bangsa Eropa kepincut untuk menguasai.
Pulau yang berpenduduk 14.000 jiwa itu juga dijadikan tempat pengasingan pejuang nasional pada masa Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Beberapa di antaranya Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Cipto Mangunkusumo.
(cip)
Lihat Juga :