FSGI: Ucapan Presiden Jokowi Bukti Inkonsistensi dan Sarat Konflik Kepentingan

Selasa, 30 Januari 2024 - 09:04 WIB
loading...
FSGI: Ucapan Presiden...
FSGI menyayangkan ucapan Presiden Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. FSGI menilai Jokowi seharusnya bersikap netral dalam perhelatan Pemilu 2024. Foto: Dok MPI
A A A
JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyayangkan ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sebagai pimpinan tertinggi negara, FSGI melihat Jokowi seharusnya bersikap netral dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti menduga saat ini banyak indikasi yang mengarah pada potensi ketidaknetralan aparat termasuk ASN akibat pernyataan Jokowi. Saat itu, Jokowi menyatakan presiden boleh berkampanye dan memihak.

Baca juga: Jokowi Bilang Presiden Boleh Kampanye dan Memihak, Begini Respons Megawati

Menurut dia, meski yang dinyatakan Jokowi ada dalam UU Pemilu, namun FSGI menilai presiden seolah melakukan endorse pada capres tertentu. Apalagi pernyataan tersebut disampaikan terbuka saat kegiatan kenegaraan di Lanud Halim Perdanakusuma didampingi Panglima TNI dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang merupakan capres berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi.

"Tindakan ini mungkin tidak melanggar aturan, namun melanggar etika sebagai pejabat publik karena ada konflik kepentingan," ujar Retno, Selasa (30/1/2024).

Dari catatan FSGI, pernyataan Presiden Jokowi di Lanud Halim pada 24 Januari 2024 bertentangan dengan pernyataan sebulan sebelumnya saat Jokowi memberikan sambutan pada Rapat Konsolidasi Nasional 2023 dalam rangka kesiapan Pemilu 2024 di Istora Senayan, 30 Desember 2023.

Presiden Jokowi menegaskan seluruh aparat negara baik ASN, TNI, Polri harus bersikap netral dan tidak memihak.

Pernyataan tersebut juga bertentangan dengan pengarahan Jokowi kepada penjabat (Pj) kepala daerah di Istana Negara, 30 Oktober 2023. Presiden meminta jangan sampai memihak.

Bahkan, netralitas sebagai presiden juga diungkapkan Jokowi usai menghadiri Peringatan Hari Santri di Jawa Timur pada 22 Oktober 2023. Jokowi akan memberikan dukungan pada semua paslon untuk kebaikan negara.

"Kalau ternyata berpihak pada salah satu paslon maka hal ini tentu bukan untuk kebaikan marwah demokrasi di negara ini," kata Jokowi saat itu di Jawa Timur.

Berbagai pernyataan tersebut membuktikan inkonsistensi presiden. “Mungkin tidak melanggar aturan apa pun, namun bisa saja melanggar etika,” ucap Retno.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Berita Terkini
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved