Unfollow Jokowi Berlanjut, Approval Rating Presiden Potensi Kian Turun

Senin, 29 Januari 2024 - 19:20 WIB
loading...
Unfollow Jokowi Berlanjut,...
Tingkat kepuasan publik atau approval rating terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki potensi kian menurun seiring berlanjutnya gerakan unfollow atau berhenti mengikuti akun media sosial X Jokowi. Foto/Dok Setpres
A A A
JAKARTA - Tingkat kepuasan publik atau approval rating terhadap kinerja Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dinilai memiliki potensi kian menurun seiring berlanjutnya gerakan unfollow atau berhenti mengikuti akun media sosial X Jokowi. Diketahui, gerakan unfollow warganet atau netizen itu sebagai bentuk kekecewaan atas pernyataan Jokowi yang menyebut bahwa presiden boleh memihak dan berkampanye.

Beberapa yang melakukan gerakan unfollow tersebut di antaranya merupakan pendukung setia Presiden Jokowi yang telah memilihnya pada Pilpres 2014. Pegiat media sosial Yusuf Dumdum pun turut serta melakukan gerakan unfollow akun X Presiden Jokowi.

Sambil mengakui melakukan unfollow, Yusuf juga turut mendoakan Presiden Jokowi. "Maaf pak @jokowi, saya unfollow. Sehat selalu pak.," dikutip dari akun @yusuf_dumdum.

Baca juga: Kecewa, Warganet Ramai-ramai Unfollow Akun Medsos Jokowi



Beberapa pendukung atau simpatisan Presiden Jokowi pun turut melakukan hal yang sama. Para simpatisan merasa Presiden Jokowi telah berbohong.

"@jokowi , sy pendukung anda 2 periode, ditempat kerjaku, saya selalu pasang badan buat anda. Maaf, saat ini saya putuskan unfollow, karena anda sudah banyak berbohong," dikutip dari akun @rf2903.

"Waduh pak @jokowi yg terhormat ????????, dua kali saya pilih bapak mendengar statement bpk saya kecewa perihal pandangan kepeberpihakan bpk tentang pilpres… Alangkah bpk lebih elok dan satria menjadi bpk bangsa yg tidak ikit campur urusan pilpres ini pak… ," dikutip dari akun @TomRofario.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai gerakan unfollow tersebut merupakan risiko dari kegenitan Jokowi terkait Pilpres 2024.

“Ini risiko dari kegenitan presiden terkait pilpres, munculnya salam 4 jari ini indikasi kuat mulai tumbuhnya gerakan antipresiden, dan tentu saja kepercayaan publik bisa hilang, bahkan berisiko adanya gerakan tidak percaya hasil pemilu dan pilpres,” kata Dedi, Senin (29/1/2024).

Lalu, bagaimana approval rating Presiden Jokowi pascabanyaknya yang unfollow akun media sosialnya?

“Tentu rendah, dan punya potensi kian turun. Dalam survei IPO yang dianggap publik puas atas kinerja Presiden hanya pada soal bantuan sosial, bukan secara umum,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Kejagung Serahkan Rp10,2...
Kejagung Serahkan Rp10,2 Triliun Uang Kejahatan ke Negara, Sahroni: Tingkatkan Kepercayaan Publik!
Mayoritas Publik Tolak...
Mayoritas Publik Tolak Wacana Pelengseran, Stabilitas Jadi Pertimbangan Utama
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: MBG Topang Kepercayaan Publik, Eksekusi Butuh Penguatan Strategis
Sukses Amankan Mudik...
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kepercayaan Publik ke Polri Melesat ke Peringkat 4 Besar
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Jaga Kepercayaan Publik,...
Jaga Kepercayaan Publik, YLBHI Diminta Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
Rekomendasi
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved