Unfollow Jokowi Berlanjut, Approval Rating Presiden Potensi Kian Turun
Senin, 29 Januari 2024 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
"Waduh pak @jokowi yg terhormat ????????, dua kali saya pilih bapak mendengar statement bpk saya kecewa perihal pandangan kepeberpihakan bpk tentang pilpres… Alangkah bpk lebih elok dan satria menjadi bpk bangsa yg tidak ikit campur urusan pilpres ini pak… ," dikutip dari akun @TomRofario.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai gerakan unfollow tersebut merupakan risiko dari kegenitan Jokowi terkait Pilpres 2024.
“Ini risiko dari kegenitan presiden terkait pilpres, munculnya salam 4 jari ini indikasi kuat mulai tumbuhnya gerakan antipresiden, dan tentu saja kepercayaan publik bisa hilang, bahkan berisiko adanya gerakan tidak percaya hasil pemilu dan pilpres,” kata Dedi, Senin (29/1/2024).
Lalu, bagaimana approval rating Presiden Jokowi pascabanyaknya yang unfollow akun media sosialnya?
“Tentu rendah, dan punya potensi kian turun. Dalam survei IPO yang dianggap publik puas atas kinerja Presiden hanya pada soal bantuan sosial, bukan secara umum,” pungkasnya.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai gerakan unfollow tersebut merupakan risiko dari kegenitan Jokowi terkait Pilpres 2024.
“Ini risiko dari kegenitan presiden terkait pilpres, munculnya salam 4 jari ini indikasi kuat mulai tumbuhnya gerakan antipresiden, dan tentu saja kepercayaan publik bisa hilang, bahkan berisiko adanya gerakan tidak percaya hasil pemilu dan pilpres,” kata Dedi, Senin (29/1/2024).
Lalu, bagaimana approval rating Presiden Jokowi pascabanyaknya yang unfollow akun media sosialnya?
“Tentu rendah, dan punya potensi kian turun. Dalam survei IPO yang dianggap publik puas atas kinerja Presiden hanya pada soal bantuan sosial, bukan secara umum,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :