Jokowi Sebut Presiden Boleh Berkampanye, Yusuf Lakaseng: Integritasnya Sudah Habis
Minggu, 28 Januari 2024 - 21:54 WIB
loading...
Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng menanggapi pernyataan Presiden Jokowi soal presiden boleh berkampanye dan boleh memihak asalkan tidak menggunakan fasilitas negara. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) soal presiden boleh berkampanye dan boleh memihak asalkan tidak menggunakan fasilitas negara.
Menurut Yusuf Lakaseng, jika Presiden Jokowi berkampanye dan memihak salah satu pasangan calon, maka integritasnya sebagai seorang kepala negara sudah habis. Bisa dikatakan sebagai seorang politikus receh.
"Saat ini kalau presiden berkampanye untuk untuk pasangan 02, saya kira integritas Pak Jokowi sudah habis tidak tersisa sedikit pun, kualitasnya langsung jatuh sama seperti politisi receh," kata Yusuf saat dihubungi, Minggu (28/1/2024).
Baca juga: Muhammadiyah Desak Jokowi Cabut Pernyataan Presiden Boleh Memihak
Yusuf menilai, Jokowi mempraktikan politik sungsang yang tak wajar. Sebab hal tersebut tak etis dan di luar kelaziman. "Mestinya yang dia dukung adalah calon partainya, ini kok calon partai lain dan di dalamnya penuh konflik kepentingan dan nepotisme sekali," katanya.
Menurut Yusuf Lakaseng, jika Presiden Jokowi berkampanye dan memihak salah satu pasangan calon, maka integritasnya sebagai seorang kepala negara sudah habis. Bisa dikatakan sebagai seorang politikus receh.
"Saat ini kalau presiden berkampanye untuk untuk pasangan 02, saya kira integritas Pak Jokowi sudah habis tidak tersisa sedikit pun, kualitasnya langsung jatuh sama seperti politisi receh," kata Yusuf saat dihubungi, Minggu (28/1/2024).
Baca juga: Muhammadiyah Desak Jokowi Cabut Pernyataan Presiden Boleh Memihak
Yusuf menilai, Jokowi mempraktikan politik sungsang yang tak wajar. Sebab hal tersebut tak etis dan di luar kelaziman. "Mestinya yang dia dukung adalah calon partainya, ini kok calon partai lain dan di dalamnya penuh konflik kepentingan dan nepotisme sekali," katanya.
Lihat Juga :