Persaingan Menuju Pilpres 2024, Elektabilitas Semu Kepala Daerah
Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Belum lagi jika pandemic Covid-19 berakhir. Menurut Qodari mungkin saja elektabilitas para gubernur turun karena selama pandemi ini eksposure memang paling banyak terjadi kepada mereka. (Baca juga: Dor! Pria di Palembang Meregang Nyawa Ditembak di Depan Musala)
Qodari mengakui, pandemi secara tidak langsung memberi panggung kepada para gubernur. Mereka jadi terkenal dan punya elektabilitas tinggi karena wilayah yang dipimpinnya juga punya penduduk besar. Karena itu, gubernur Jabar, Jateng dan Jatim menurt dia memang potensial maju capres karena faktor jumlah pemilih itu. Jumlah pemilih Jabar menurut Qodari mencapai 18%, Jatim 16%, dan Jateng 13%. “Tiga provinsi ini sudah hampir separuh penduduk Indonesia. DKI penduduknya Cuma 5% tapi eksposurenya nasional,” katanya.
Soal elektabilitas gubernur akan turun jika pandemik sudah tidak ada lagi, Qodari mengatakan itu bisa saja terjadi. “Apakah elektabilitasnya akan bertahan atau tidak, kita lihat nanti karena untuk tampil di pilpres tentu tidak hanya perlu pandemi,” ujarnya.
Menanggapi dinamika politik ini, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, , jika saat ini muncul nama-nama sejumlah kader partai dalam radar bursa capres atau cawapres potensial seperti Ganjar Pranowo atau Puan Maharani, semua itu adalah bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan yang dilakukan PDIP.
"Demikian pula para menteri yang berasal dari PDI Perjuangan, mereka semua dipersiapkan secara matang oleh PDI Perjuangan," ujarnya di sela pengumuman calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di 75 kabupaten/kota secara virtual kemarin. (Lihat videonya: Meneguk Sejarah Panjang Indonesia dalam Secangkir Kopi)
.Hasto mengakui partainya terus melakukan kaderisasi calon pemimpin. Sebab, seperti pesan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, untuk menjadi seorang pemimpin apalagi presiden, salah satunya adalah diukur dari kemampuan mengenal seluruh rakyat Indonesia, termasuk apakah yang bersangkutan pernah berkeliling Indonesia.
Kongres PDIP menurut Hasto telah mengamanatkan bahwa berkaitan dengan capres dan cawapres, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang diberikan mandat untuk menetapkan.
“Seluruh jajaran partai terus melaksanakan konsolidasi sehingga tiba momentum politiknya, kami semua siap menjalankan perintah Ibu Ketua Umum," ujar Hasto. (Abdul Rochim/Bakti)
Qodari mengakui, pandemi secara tidak langsung memberi panggung kepada para gubernur. Mereka jadi terkenal dan punya elektabilitas tinggi karena wilayah yang dipimpinnya juga punya penduduk besar. Karena itu, gubernur Jabar, Jateng dan Jatim menurt dia memang potensial maju capres karena faktor jumlah pemilih itu. Jumlah pemilih Jabar menurut Qodari mencapai 18%, Jatim 16%, dan Jateng 13%. “Tiga provinsi ini sudah hampir separuh penduduk Indonesia. DKI penduduknya Cuma 5% tapi eksposurenya nasional,” katanya.
Soal elektabilitas gubernur akan turun jika pandemik sudah tidak ada lagi, Qodari mengatakan itu bisa saja terjadi. “Apakah elektabilitasnya akan bertahan atau tidak, kita lihat nanti karena untuk tampil di pilpres tentu tidak hanya perlu pandemi,” ujarnya.
Menanggapi dinamika politik ini, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, , jika saat ini muncul nama-nama sejumlah kader partai dalam radar bursa capres atau cawapres potensial seperti Ganjar Pranowo atau Puan Maharani, semua itu adalah bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan yang dilakukan PDIP.
"Demikian pula para menteri yang berasal dari PDI Perjuangan, mereka semua dipersiapkan secara matang oleh PDI Perjuangan," ujarnya di sela pengumuman calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di 75 kabupaten/kota secara virtual kemarin. (Lihat videonya: Meneguk Sejarah Panjang Indonesia dalam Secangkir Kopi)
.Hasto mengakui partainya terus melakukan kaderisasi calon pemimpin. Sebab, seperti pesan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, untuk menjadi seorang pemimpin apalagi presiden, salah satunya adalah diukur dari kemampuan mengenal seluruh rakyat Indonesia, termasuk apakah yang bersangkutan pernah berkeliling Indonesia.
Kongres PDIP menurut Hasto telah mengamanatkan bahwa berkaitan dengan capres dan cawapres, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang diberikan mandat untuk menetapkan.
“Seluruh jajaran partai terus melaksanakan konsolidasi sehingga tiba momentum politiknya, kami semua siap menjalankan perintah Ibu Ketua Umum," ujar Hasto. (Abdul Rochim/Bakti)
(ysw)
Lihat Juga :