Bicara Rencana Pencegahan Korupsi, Ganjar Dorong Digitalisasi Sistem Keuangan
Rabu, 17 Januari 2024 - 23:38 WIB
loading...
Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo mengungkap rencana pencegahan korupsi dalam acara Penguatan Antikorupsi Berintegritas (Paku Integritas). Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo mengungkap rencana pencegahan korupsi dalam acara Penguatan Antikorupsi Berintegritas (Paku Integritas). Salah satunya ialah melakukan digitalisasi sistem keuangan.
"Yang pertama dengan cara digitalisasi sistem keuangan. Dengan cara ini sebenarnya penghematan bisa dilakukan," ujar Ganjar di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Baca juga: Ganjar: Teladan Pemimpin Jadi Kunci Pencegahan Korupsi
Ganjar menyebut bahwa transaksi tunai mesti dibatasi. Sebab transaksi tunai itu susah untuk dilacak.
"Kalau tidak salah yang Rp100 juta itu yang mesti jadi komitmen," ucap Ganjar.
Oleh karenanya, ia pun menegaskan digitalisasi sistem keuangan wajib dilakukan. Setelahnya, seluruh transaksi itu perlu tetap dikontrol dan diawasi.
Baca juga: Ganjar Pranowo Dorong Penguatan LHKPN Lewat Sistem Whistle Blowing
"Tentu saja transparansi anggaran, transaksi yang jelas asal usulnya, serta anggaran yang benar-benar sampai pelaksana mesti dikontrol dari pemimpin tertinggi," terangnya.
"Yang pertama dengan cara digitalisasi sistem keuangan. Dengan cara ini sebenarnya penghematan bisa dilakukan," ujar Ganjar di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Baca juga: Ganjar: Teladan Pemimpin Jadi Kunci Pencegahan Korupsi
Ganjar menyebut bahwa transaksi tunai mesti dibatasi. Sebab transaksi tunai itu susah untuk dilacak.
"Kalau tidak salah yang Rp100 juta itu yang mesti jadi komitmen," ucap Ganjar.
Oleh karenanya, ia pun menegaskan digitalisasi sistem keuangan wajib dilakukan. Setelahnya, seluruh transaksi itu perlu tetap dikontrol dan diawasi.
Baca juga: Ganjar Pranowo Dorong Penguatan LHKPN Lewat Sistem Whistle Blowing
"Tentu saja transparansi anggaran, transaksi yang jelas asal usulnya, serta anggaran yang benar-benar sampai pelaksana mesti dikontrol dari pemimpin tertinggi," terangnya.
(kri)
Lihat Juga :