Arsjad Rasjid hingga Mardiono Hadiri Paku Integritas KPK

Rabu, 17 Januari 2024 - 19:18 WIB
loading...
Arsjad Rasjid hingga...
Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid menghadiri acara program penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku integritas), Rabu (17/1/2024). Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Jajaran Tim Pemenangan Nasional ( TPN ) Ganjar-Mahfud mulai berdatangan ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengikuti program penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas), Rabu (17/1/2024). Pantauan MNC Portal Indonesia, Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono tiba lebih dahulu sekitar pukul 18.35 WIB.

Disusul lima menit kemudian Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid. Mardiono mengenakan jas berwarna hijau dengan lambang ka’bah di dada kiri.

Sedangkan Arsjad Rasjid datang mengenakan jaket bomber Ala Top Gun yang dikenakan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat pelaksanaan debat capres beberapa waktu lalu. Usai menyapa awak media, keduanya langsung masuk ke dalam gedung KPK untuk mengikuti jalannya acara.

Baca juga: Rapat Rutin TPN Ganjar-Mahfud Hari Ini Bahas Debat dan Kampanye

Sebagai informasi, KPK mengundang segenap pasangan capres-cawapres Pemilu 2024 untuk mengikuti program penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku integritas), Rabu (17/1/2024). Rencananya, kegiatan tersebut dimulai pada malam hari.

Ketua Sementara KPK Nawawi Pomolango menyatakan akan menyampaikan permasalahan komisi antirasuah tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang selama ini menghambat kinerja pihaknya. Dengan harapan, jika nanti terpilih menjadi pemimpin Indonesia ke depannya mereka akan mencari solusi dari permasalahan tersebut.

"Apakah kelak kemudian kalau satu di antara mereka terpilih komit untuk menyelesaikan persoalan yang kami sebutkan," kata Nawawi saat konferensi pers kinerja KPK 2023 dan Arah Kebijakan 2024 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Nawawi menyebutkan, KPK setidaknya akan memaparkan 6 hingga 10 permasalahan mereka selama ini. Salah satunya, Nawawi membocorkan perihal kendala dalam pelaksanaan koordinasi dan supervisi penanganan perkara korupsi.

"Ketika salah satu antara mereka bisa terpilih bisa kemudian masuk gitu, untuk menyelesaikan itu, untuk berada di belakang KPK untuk bisa menerobos sekat-sekat yang dihadapkan kepada komisi ini dalam pelaksanaan tugas koordinasi dan supervisi," ujarnya.

Nawawi melanjutkan, hal itu sekaligus menjadi pemantik dari para paslon terkait hal apa yang akan dilakukan mereka dalam upaya memperkuat pemberantasan korupsi di negeri ini. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan dari masing-masing capres-cawapres itu memiliki pandan pribadi bagaimana membasmi praktik haram tersebut.

"Barangkali bisa ditambahkan oleh ketiga calon, apa lagi yang akan mereka perbuat selain yang kami permasalahan tersebut dalam upaya pemberantasan korupsi," ucapnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
KPK Periksa 9 Saksi,...
KPK Periksa 9 Saksi, Telusuri Pemberian Uang ke Bupati Gatut Sunu Wibowo
Gubernur Sultra Gandeng...
Gubernur Sultra Gandeng KPK Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Visa Ditolak, Thomas...
Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Ghana Lawan Panama di Piala Dunia 2026
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved