Tak Hanya Capres-Cawapres, Masyakarat Juga Penting Ketahui Rekam Jejak Caleg

Rabu, 17 Januari 2024 - 08:12 WIB
loading...
Tak Hanya Capres-Cawapres,...
Masyarakat didorong mengetahui rekam jejak calon pemimpin, baik dalam kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. FOTO ILUSTRASI/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Masyarakat didorong mengetahui rekam jejak calon pemimpin, baik dalam kontestasi Pemilu Legislatif ( Pileg ) maupun Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2024. Selama ini masyarakat lebih fokus pada Pilpres dan sedikit mengabaikan Pileg.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Neni Nur Hayati mengatakan, untuk memuwujudkan pemimpunan profetik (jujur, adil, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat) harus didukung dengan Parlemen yang baik.

"Jadi jika masyarakat hanya fokus pada pilpres tapi meminggirkan isu pileg itu juga keliru," kata Neni dalam keterangannya, Selasa (16/1/2023).

Baca juga: Di Hadapan Diaspora AS, Mahfud MD: Pilih Capres-Cawapres Berdasarkan Rekam Jejak

Neni mengkritisi keterbukaan informasi tentang calon anggota legislatif (caleg) yang terkesan ditutup tutupi. Menurutnya, publik mengalami hambatan dalam mencari rekam jejak caleg.

"Hanya untuk mencari rekam jejak (caleg) saat ini publik mengalami hambatan yang cukup serius terutama pada keterbukaan informasi. Jika kita buka di infopemilu milik KPU ada caleg yang dibuka daftar riwayat hidupnya, ada yang ditutup," ungkapnya.

Berdasarkan catatan DEEP, dari total 28 caleg eks napi koruptor, 17 di antaranya disembunyikan statusnya sebagai mantan narapidana korupsi.

"Integritas sejak awal sudah bermasalah, bagaimana jika masyarakat memilih eks napi koruptor itu yang secara sengaja disembunyikan statusnya oleh KPU," katanya.

Manipulasi data seperti ini merebut hak rakyat dan pemilih untuk mengetahui kebenaran soal rekam jejak mereka, sehingga mereka bisa saja tidak bisa memilih dengan 'jernih'.

"Mereka jelas berupaya memanipulasi penilaian para pemilih. Publik pada akhirnya menjadi tidak tahu bagaimana rekam jejak caleg tersebut, apalagi dia pernah tersangkut kasus korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa," katanya.

Sebelumnya, dalam pertemuan daring bersama dengan diaspora di Amerika Serikat, calon wakil presiden (cawapres) nomor ururt 3, Mahfud MD mengingatkan pentingnya melihat rekam jejak seorang calon pemimpin dan membuktikan visi misi mereka.

"Apakah visi misi yang ditulis, dipidatokan bisa dikonfirmasi oleh rekam jejak. Tetapi saudara harus melihat rekam jejak. Kalau orang mengatakan saya besok jadi presiden atau wakil presiden akan menegakkan hukum, nanti dilihat saja rekam jejak apakah orang-orang ini punya rekam jejak tidak melanggar hukum," kata Mahfud.

Jika calon pemimpin berkata akan melindungi hak asasi manusia (HAM), apakah rekam jejaknya bersih dari pelanggaran HAM.

"Saya ingin membangun demokrasi, apakah yang dibangun demokrais jujur atau tidak? Itu catatan yang harus dikonfirmasi kepada visi misi, karena visi misi selalu ideal yang kadang kala mereka yang dibebani tidak memahami atau tidak ikut mendiskusikannya," kata Mahfud.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuota Caleg Perempuan...
Kuota Caleg Perempuan Dipertegas MK, Angkie Yudistia Tekankan Representasi Politik yang Setara
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Caleg Terpilih PDIP...
Caleg Terpilih PDIP Riezky Aprilia Anggap Perintah Hasto agar Mundur demi Harun Masiku Hanya Dongeng Saeful Bahri
Dari Penyidik KPK hingga...
Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
Polemik PAW Anggota...
Polemik PAW Anggota DPRD Waropen Picu Polemik, Begini Penjelasan PBB
Rekam Jejak Farid Azhar...
Rekam Jejak Farid Azhar Nasution, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS
Rekomendasi
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved