Kunjungi Panti Asuhan di Medan, Mahfud MD Bicara Kesejahteraan Anak Yatim-Piatu
Senin, 15 Januari 2024 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Mahfud menegaskan, semua orang harus memperhatikan kehidupan dan kesejahteraan anak yatim-piatu. Tidak perlu melihat dari mana dan siapa yang memberikan bantuan tersebut.
"Parpol apa saja, paslon apa saja, itu harus sama sikapnya demi kebaikan negara. Saya ke sini alhamdulillah bisa mampir ke sebuah organisasi Islam yang sudah berumur 93 tahun kalau tahun Masehi, 97 tahun kalau tahun Hijriah, sudah hampir 100 tahun, yang ternyata punya banyak panti asuhan dan sekolah, dan terus melakukan dakwah Islam untuk Indonesia," tuturnya.
Perwakilan Pimpinan Wilayah Al Wasliyah Sumut M Yusuf merasa sangat terkesan dengan kehadiran Menko Polhukam. Ia berharap ke depannya pemerimtah bisa lebih memperhatikan panti asuhan yang menampung banyak anak yatim-piatu.
"Al Washliyah hari ini ada tujuh perguruan tinggi, panti (asuhan) ada lima. Kami berharap ke depannya pak menteri lebih memperhatikan kami. Jika di Jawa Timur ada NU, di Sumatera Utara ada Al Washliyah. Kami sekarang yang terbesar di Sumut," kata Yusuf.
"Parpol apa saja, paslon apa saja, itu harus sama sikapnya demi kebaikan negara. Saya ke sini alhamdulillah bisa mampir ke sebuah organisasi Islam yang sudah berumur 93 tahun kalau tahun Masehi, 97 tahun kalau tahun Hijriah, sudah hampir 100 tahun, yang ternyata punya banyak panti asuhan dan sekolah, dan terus melakukan dakwah Islam untuk Indonesia," tuturnya.
Perwakilan Pimpinan Wilayah Al Wasliyah Sumut M Yusuf merasa sangat terkesan dengan kehadiran Menko Polhukam. Ia berharap ke depannya pemerimtah bisa lebih memperhatikan panti asuhan yang menampung banyak anak yatim-piatu.
"Al Washliyah hari ini ada tujuh perguruan tinggi, panti (asuhan) ada lima. Kami berharap ke depannya pak menteri lebih memperhatikan kami. Jika di Jawa Timur ada NU, di Sumatera Utara ada Al Washliyah. Kami sekarang yang terbesar di Sumut," kata Yusuf.
(maf)
Lihat Juga :