Mahfud MD: Pemilu 2024 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Musuh
Minggu, 14 Januari 2024 - 08:46 WIB
loading...
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menghadiri acara Sholawatan Persatuan Indonesia di Lapangan Syekh Maulana Ishaq di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menghadiri acara Sholawatan Persatuan Indonesia di Lapangan Syekh Maulana Ishaq di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Dihadiri ribuan jemaah, Mahfud MD yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu memberikan ceramah atau tausiah yang menyejukkan hati tentang persatuan.
Dia mengingatkan Pemilu 2024 menjadi ajang bagi masyarakat untuk memilih pemimpin, bukan musuh. “Jadi, pesannya kebersatuan di dalam pemilu. Orang boleh punya pilihan, tetapi kebersatuan nomor satu karena pemilu untuk memilih pemimpin, bukan memilih musuh,” ungkapnya setelah selawatan bersama mantan Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, Sabtu (13/1/2024).
Baca juga: Sholawat Persatuan Indonesia, Kiai Said: Mahfud MD Orang Berilmu, Dibanggakan Gus Dur
Karena itu, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menganjurkan jemaah untuk menggunakan hati nurani dalam memilih pemimpin. “Oleh sebab itu, setiap warga negara diberi keleluasaan dan dijamin juga oleh negara untuk memilih sesuai dengan bisikan hati nurani,” ungkapnya.
Dihadiri ribuan jemaah, Mahfud MD yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu memberikan ceramah atau tausiah yang menyejukkan hati tentang persatuan.
Dia mengingatkan Pemilu 2024 menjadi ajang bagi masyarakat untuk memilih pemimpin, bukan musuh. “Jadi, pesannya kebersatuan di dalam pemilu. Orang boleh punya pilihan, tetapi kebersatuan nomor satu karena pemilu untuk memilih pemimpin, bukan memilih musuh,” ungkapnya setelah selawatan bersama mantan Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, Sabtu (13/1/2024).
Baca juga: Sholawat Persatuan Indonesia, Kiai Said: Mahfud MD Orang Berilmu, Dibanggakan Gus Dur
Karena itu, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menganjurkan jemaah untuk menggunakan hati nurani dalam memilih pemimpin. “Oleh sebab itu, setiap warga negara diberi keleluasaan dan dijamin juga oleh negara untuk memilih sesuai dengan bisikan hati nurani,” ungkapnya.
Lihat Juga :