Mahfud Akui Hukum Indonesia Compang-camping, Tumpul ke Atas Runcing ke Bawah
Sabtu, 13 Januari 2024 - 12:04 WIB
loading...
A
A
A
Mahfud juga mengungkapkan saat ini masih terjadi praktik pengeluaran surat yang berakhir korupsi. Hal ini menyebabkan angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi.
"Itu di Indonesia hukum enggak ada kepastian, penegakannya enggak jelas, orang minta izin usaha dikasih IUP. Belum digarap sudah diterbitkan IUP lain ke orang lain atau ditunda-tunda. Lalu dikorupsi lagi," ucapnya.
Baca juga: Bedah Gagasan di Unhas, Mahfud MD: Pilih Pemimpin dengan Visi Sesuai Track Record
"Maka di Indonesia itu indeks persepsi korupsinya itu paling tinggi. Nah sekarang turun drastis dan kemudian akibatnya apa? Akibatnya angka kemiskinan kita masih sekitar 9,7 persen," pungkasnya.
"Itu di Indonesia hukum enggak ada kepastian, penegakannya enggak jelas, orang minta izin usaha dikasih IUP. Belum digarap sudah diterbitkan IUP lain ke orang lain atau ditunda-tunda. Lalu dikorupsi lagi," ucapnya.
Baca juga: Bedah Gagasan di Unhas, Mahfud MD: Pilih Pemimpin dengan Visi Sesuai Track Record
"Maka di Indonesia itu indeks persepsi korupsinya itu paling tinggi. Nah sekarang turun drastis dan kemudian akibatnya apa? Akibatnya angka kemiskinan kita masih sekitar 9,7 persen," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :