Dua Fraksi Minta Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja Ditunda

Selasa, 14 April 2020 - 18:07 WIB
loading...
Dua Fraksi Minta Pembahasan...
Anggota Baleg DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan meminta pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja ditunda. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat DPR RI meminta pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja ditunda. Dua fraksi itu menilai DPR dan pemerintah sebaiknya fokus pada penanganan Pandemi COVID-19 atau virus corona.

"Kami Fraksi PKS menyatakan keberatan untuk membahas RUU Cipta Kerja dan meminta penundaan pembahasannya, hingga presiden secara resmi mengumumkan wabah COVID-19 telah berakhir," ujar Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi PKS Adang Daradjatun dalam rapat Baleg DPR bersama pemerintah membahas Omnibus Law Cipta Kerja, Selasa (14/4/2020).

Adang mengingatkan bahwa Pandemi COVID-19 bukanlah persoalan biasa. "Untuk itu seyogyanya wajib untuk fokus penanggulangan keadaan ini," ucap Adang.

Kemudian, kata dia, Omnibus Law Cipta Kerja itu masih menuai kontroversi di tengah masyarakat. "Sehingga idealnya RUU ini kita bahas setelah masukan-masukan dari masyarakat, sehingga sepatutnya DIM fraksi dibuat setelah dengar pendapat publik dan pakar seluas-luasnya," jelasnya.

Dia khawatir DPR dianggap memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 oleh masyarakat jika pembahasan omnibus law itu tetap dilanjutkan. Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Baleg DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Sentuhan Kenyamanan...
Sentuhan Kenyamanan di Mina, Layanan Haji Reguler yang Makin Manusiawi
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Rekomendasi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Daftar SD dan SMP Swasta...
Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Berita Terkini
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Hakim Sebut Andrie Yunus...
Hakim Sebut Andrie Yunus Rendahkan Wibawa Pengadilan karena Tak Pernah Hadiri Sidang
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved