Bawaslu Janji Tindak Lanjuti DPT Bermasalah di Malaysia

Jum'at, 12 Januari 2024 - 10:29 WIB
loading...
Bawaslu Janji Tindak...
Tiga perwakilan PMI melakukan audiensi dengan Bawaslu terkait DPT bermasalah di Malaysia pada Kamis (11/1/2024). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Laporan dugaan adanya Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) bermasalah di Malaysia akan ditindaklanjuti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebelumnya temuan itu telah dilaporkan ke Panwaslu Kuala Lumpur.

"Hasil audiensi kami dengan Bawaslu RI, kami sepakat laporan kami yang sebelumnya di Panwaslu Kuala Lumpur diteruskan oleh Bawaslu yang ada di Jakarta," kata perwakilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, Rasyidin dalam keterangannya, Jumat (12/1/2024).

Menurutnya, ia bersama rekannya, Fizin dan Rico telah melakukan audiensi dengan Bawaslu terkait DPT bermasalah di Malaysia pada Kamis (11/1/2024). Di hari yang sama juga digelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu yang menyuarakan kasus tersebut. Di bawah hujan deras, para demonstran dari kalangan mahasiswa mendesak agar KPU dan Bawaslu turun langsung mengusut DPT bermasalah di Malaysia.



Menurut Rasyidin, dalam audiensi tersebut, Bawaslu berjanji akan berkomunikasi dengan Panwaslu Kuala Lumpur untuk menindaklanjuti laporan. Sebab, setiap dugaan tindak pelanggaran akan diusut dan dilakukan pengungkapan nantinya. Selain itu, kata dia, Bawaslu membuka komunikasi lanjutan setelah laporan tersebut diambil-alih.

"Pihak Bawaslu juga merekomendasikan melaporkan ke DKPP perihal kode etik prefosionalitas dan juga dugaan ancaman dari Ketua PPLN KL (Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur)," katanya.

Dengan audiensi tersebut, kata Rasyidin, Bawaslu memberikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa yang mau bergerak untuk mengawal keberhasilan Pemilu 2024. Khususnya hak-hak konsitusi para PMI yang berada di Malaysia ataupun di luar negeri lainnya.

Baca juga: Pernyataan Tegas Mahfud MD soal WNI di Kuala Lumpur Tak Masuk DPT: Laporkan!

Perbaikan sistem menjadi salah satu kunci dari keberhasilan laporan tersebut, sehingga dapat secara signifikan mengurangi kecurangan-kecurangan yang akan datang.

Terpisah, Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta mengeluarkan pernyataan senada. Dia sepakat penetapan DPR Luar Negeri yang berkurang sangat banyak untuk pemilih di luar negeri (LN) patut dicurigai. Sebab, DPT luar negeri Pemilu 2024 berkurang lebih dari 300.000 pemilih dibandingfkan jumlah DPT pada Pemilu 2019.

Jumlah pemilih luar negeri Pemilu 2019 sebanyak 2.058.191 orang, sementara pada Pemilu 2024 sebanyak 1.750.474 atau berkurang sebanyak 308.717 pemilih. KPU tak pernah menjelaskan mengapa terjadi penurunan jumlah pemilih luar negeri tersebut.

Di sisi lain, WNI di luar negeri resah karena banyak yang tidak tercatat dalam DPT Pemilu 2024. Di kuala lumpur saja dilaporkan ada lebih dari 100.000 pemilik hak suara tidak terdaftar sebagai pemilih.

"KPU diminta untuk mengevaluasi kinerja jajarannya di luar negeri dan divisi yang bertangguang jawab atas dugaan hilangnya hak pilih ratusan ribu WNI yang berada di luar negeri. Bawaslu diminta untuk segera menindaklanjuti hal tersebut di atas, serta melakukan penindakan jika ada potensi pelanggaran pemilu di dalamnya," kata Rasyidin.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Pemerintah Kawal Penanganan...
Pemerintah Kawal Penanganan Insiden Kapal yang Libatkan WNI di Perairan Perak Malaysia
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Rekomendasi
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
Berita Terkini
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro: 94 Saksi dan 26 Ahli Sudah Diperiksa
Dokter Tifa Didampingi...
Dokter Tifa Didampingi Refly Harun Masuk Ruang Tahanan Polda Metro Jaya, Langsung Ditahan?
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved