Soal Usulan Jokowi Ubah Format Debat, TPN Ganjar-Mahfud Serahkan ke KPU

Rabu, 10 Januari 2024 - 20:50 WIB
loading...
Soal Usulan Jokowi Ubah...
Ketua TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Arsjad Rasjid merespons keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal usulan perubahan format debat peserta Pilpres 2024. Foto/MPI/Danandaya Arya Putra
A A A
JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD , Arsjad Rasjid merespons keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal usulan perubahan format debat peserta pilpres 2024. Arsjad menegaskan setiap warga negara berhak berbicara atau memberikan masukan demi kemajuan bangsa.

"Kalau saya bilang setiap orang boleh (mengusulkan) termasuk Presiden dan juga siapa pun untuk memberikan opini dan itu wajar. Itulah namanya Bhinneka Tunggal Ika," ujar Arsjad di Gedung TPN Ganjar-Mahfud, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2024).

Baca juga: Respons Debat Capres, Jokowi: Substansi Visi Tidak Kelihatan, Justru Saling Serang

Kendati demikian, lanjut dia, keputusan terkait usulan tersebut tetap menjadi wewenang Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak penyelenggara debat. Pihaknya percaya KPU akan membuat keputusan terbaik untuk format debat selanjutnya.

"Jadi balik lagi itu semua adalah keputusan KPU. Jadi kita serahkan semuanya ke KPU, balik lagi, kita percaya KPU akan memberikan yang terbaik," jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini KPU telah menyelenggarakan tiga kali debat untuk peserta Pilpres 2024. Debat selanjutnya akan berlangsung pada 21 Januari 2024 dan 4 Februari 2024.

Debat pada tanggal 21 Januari 2024 akan diikut oleh cawapres dengan tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, serta Masyarakat Adat dan Desa.

Selanjutnya untuk debat terakhir menjadi panggung capres yang akan saling beradu gagasan soal Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berharap debat pilpres selanjutnya dapat dirancang dengan lebih baik. Alasannya agar para capres bisa saling serang masing-masing kebijakan tanpa menyerang personal.

Baca juga: KPU Tak Akan Ubah Format Debat Pilpres 2024

"Sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang enggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi," ujar Jokowi.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Respons Mahfud MD soal...
Respons Mahfud MD soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jadi Presidennya Tetap Sah
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Ini Riwayat Pendidikan...
Ini Riwayat Pendidikan Seluruh Presiden Indonesia, Sudah Tahu?
Jokowi Apresiasi Pertemuan...
Jokowi Apresiasi Pertemuan Prabowo-Megawati
Rekomendasi
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Berita Terkini
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Infografis
Jelang Jokowi Lengser,...
Jelang Jokowi Lengser, Utang Indonesia ke China Tembus Rp372 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved