Blusukan ke Pasar Tempel Way Dadi di Lampung, Siti Atikoh Cek Harga Kebutuhan Pokok
Rabu, 10 Januari 2024 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
Dia melanjutkan blusukan dengan bertemu dengan pedagang kue, cabai, dan sayur untuk mencari tahu harga komoditas tersebut. Atikoh mengaku menyerap aspirasi selama berada di pasar seperti sulitnya ibu pengojek tradisional yang kesulitan memakai aplikasi antar jemput.
Baca juga: Sapa Ribuan Warga Lampung, Siti Atikoh Sosialisasikan KTP Sakti Agar Bansos Tepat Sasaran
"Tadi kami sudah koordinasi dengan teman-teman yang ada di Lampung untuk memberikan pelatihan untuk bagaimana mereka bisa beralih ke teknologi, hambatannya dimana," kata dia. "Mungkin memang terkadang kalau yang usianya sudah tidak terlalu muda itu untuk belajar teknologi itu memang agak memerlukan waktu," kata Atikoh.
Selama di pasar, Atikoh juga mendengar aspirasi soal harga kebutuhan pokok seperti beras yang ternyata masih terjangkau. "Kemudian terkait dengan harga-harga di Lampung, menurut saya, relatif terjangkau, seperti beras itu Rp14.000, itu kemudian sayur-sayuran ini harganya agak rendah, lagi agak turun karena lagi banyak panen. Kalau yang komoditas yang lain relatif stabil," kata Atikoh.
Di sisi lain, Siti Atikoh yang saat itu tengah berjalan tiba-tiba dihampirin oleh seorang perempuan muda. Perempuan tersebut tampak sangat girang bisa bertemu Siti Atikoh.
Baca juga: Sapa Ribuan Warga Lampung, Siti Atikoh Sosialisasikan KTP Sakti Agar Bansos Tepat Sasaran
"Tadi kami sudah koordinasi dengan teman-teman yang ada di Lampung untuk memberikan pelatihan untuk bagaimana mereka bisa beralih ke teknologi, hambatannya dimana," kata dia. "Mungkin memang terkadang kalau yang usianya sudah tidak terlalu muda itu untuk belajar teknologi itu memang agak memerlukan waktu," kata Atikoh.
Selama di pasar, Atikoh juga mendengar aspirasi soal harga kebutuhan pokok seperti beras yang ternyata masih terjangkau. "Kemudian terkait dengan harga-harga di Lampung, menurut saya, relatif terjangkau, seperti beras itu Rp14.000, itu kemudian sayur-sayuran ini harganya agak rendah, lagi agak turun karena lagi banyak panen. Kalau yang komoditas yang lain relatif stabil," kata Atikoh.
Di sisi lain, Siti Atikoh yang saat itu tengah berjalan tiba-tiba dihampirin oleh seorang perempuan muda. Perempuan tersebut tampak sangat girang bisa bertemu Siti Atikoh.
Lihat Juga :