Terlalu Dini Jodohkan Prabowo dengan AHY atau Puan
Selasa, 11 Agustus 2020 - 10:20 WIB
loading...
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Prabowo Subianto, Puan Maharani. Foto/Dok SINDI
A
A
A
JAKARTA - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih empat tahun lagi, tetapi nama-nama tokoh nasional dan daerah sudah muncul ke permukaan untuk maju. Para calon dan partai berusaha memelihara peluang untuk bisa bertarung dalam palagan menuju RI-1.
Yang masih hangat tentu muncul dari Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Prabowo Subianto kembali terpilih menjadi ketua umum. Seiring dengan itu, para kader mendorong 08-sapaan Prabowo-untuk maju dalam Pilpres 2024.
Bukan tanpa alasan tentunya dorongan itu. Popularitas dan elektabilitas 08 selama ini selalu berada di tiga besar. Gerindra pun memiliki modal yang kuat, yakni 78 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Gerindra menempati urutan kedua dengan jumlah suara 17.594.839 atau 12,57 persen. (Baca juga: Prabowo Kembali Terpilih Jadi Ketum Gerindra, Pengamat: Kaderisasi Belum Jalan ).
Pengamat politik Idil Akbar mengatakan, pencalonan kembali Prabowo tidak lepas dari popularitas dan elektabilitasnya yang masih tinggi. "Gerindra merasa ini perlu di-maintenance sehingga pada 2024 tidak perlu mencari orang lain. Itu di luar persoalan post majeure, misalnya Prabowo sakit atau (mengatakan) 'saya sudah selesai', silakan orang lain," ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (11/8/2020).
Baru selesai KLB Gerindra, Prabowo sudah dijodoh-jodohkan dengan putra dan putri mahkota dari dua tokoh berpengaruh. Pertama, Prabowo digadang maju dengan Puan Maharani, putri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Yang masih hangat tentu muncul dari Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Prabowo Subianto kembali terpilih menjadi ketua umum. Seiring dengan itu, para kader mendorong 08-sapaan Prabowo-untuk maju dalam Pilpres 2024.
Bukan tanpa alasan tentunya dorongan itu. Popularitas dan elektabilitas 08 selama ini selalu berada di tiga besar. Gerindra pun memiliki modal yang kuat, yakni 78 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Gerindra menempati urutan kedua dengan jumlah suara 17.594.839 atau 12,57 persen. (Baca juga: Prabowo Kembali Terpilih Jadi Ketum Gerindra, Pengamat: Kaderisasi Belum Jalan ).
Pengamat politik Idil Akbar mengatakan, pencalonan kembali Prabowo tidak lepas dari popularitas dan elektabilitasnya yang masih tinggi. "Gerindra merasa ini perlu di-maintenance sehingga pada 2024 tidak perlu mencari orang lain. Itu di luar persoalan post majeure, misalnya Prabowo sakit atau (mengatakan) 'saya sudah selesai', silakan orang lain," ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (11/8/2020).
Baru selesai KLB Gerindra, Prabowo sudah dijodoh-jodohkan dengan putra dan putri mahkota dari dua tokoh berpengaruh. Pertama, Prabowo digadang maju dengan Puan Maharani, putri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Lihat Juga :