Pekan Pertama di 2024, Indonesia Diterjang 24 Bencana
Selasa, 09 Januari 2024 - 11:06 WIB
loading...
Sejumlah warga nekat melewati banjir di Jalan Kemang Utara IX, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (4/1/2024). FOTO/MPI/ALDHI CHANDRA
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan sebanyak 24 kejadian bencana sudah melanda wilayah Indonesia di pekan pertama tahun 2024. Kejadian bencana mendominasi wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
"Mungkin khususnya Jawa Barat, Banten, dan DKI ya, kita dapat mengatakan dalam satu minggu ini intensitas curah hujan kita cukup tinggi pascamalam tahun baru dan ini menimbulkan beberapa kali bencana hidrometeorologi basah, di DKI beberapa kali genangan, kemudian ada longsor dan lain-lain," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya dikutip, Selasa (9/1/2024).
Selain itu, Aam, sapaan Abdul Muhari, mengatakan, BNPB mencatat saat ini masih ada lanjutan dari bencana-bencana hidrometeorologi basah yang sudah terjadi pekan sebelumnya, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. "(Banjir) belum kering sampai sekarang," katanya.
Secara spasial, kata Aam, BNPB mencatat konsentrasi kejadian bencana di pekan pertama 2024 ada di Jawa. "Tetapi di sini masih kita masukkan sebenarnya ada beberapa kejadian di Sumatera dan Kalimantan yang tidak terjadi di minggu ini. Jadi pelaporannya itu tidak minggu ini tapi sudah dari minggu yang lalu tetapi kejadian itu masih berlangsung hingga saat ini," katanya.
Misalnya di Kerinci yang sudah hampir 3,5 minggu masyarakat terkena banjir. Kemudian beberapa tempat di Riau dan juga di Sumatera Utara yang menyebatbakn 58.000 orang mengungsi.
Sementara itu, Aam melaporkan jika dilihat per pulau konsentrasi 2 minggu terakhir ada di Sumatera bagian tengah khususnya di Sumatera Barat, selatan Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.
"Mungkin khususnya Jawa Barat, Banten, dan DKI ya, kita dapat mengatakan dalam satu minggu ini intensitas curah hujan kita cukup tinggi pascamalam tahun baru dan ini menimbulkan beberapa kali bencana hidrometeorologi basah, di DKI beberapa kali genangan, kemudian ada longsor dan lain-lain," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya dikutip, Selasa (9/1/2024).
Selain itu, Aam, sapaan Abdul Muhari, mengatakan, BNPB mencatat saat ini masih ada lanjutan dari bencana-bencana hidrometeorologi basah yang sudah terjadi pekan sebelumnya, khususnya di Sumatera dan Kalimantan. "(Banjir) belum kering sampai sekarang," katanya.
Secara spasial, kata Aam, BNPB mencatat konsentrasi kejadian bencana di pekan pertama 2024 ada di Jawa. "Tetapi di sini masih kita masukkan sebenarnya ada beberapa kejadian di Sumatera dan Kalimantan yang tidak terjadi di minggu ini. Jadi pelaporannya itu tidak minggu ini tapi sudah dari minggu yang lalu tetapi kejadian itu masih berlangsung hingga saat ini," katanya.
Misalnya di Kerinci yang sudah hampir 3,5 minggu masyarakat terkena banjir. Kemudian beberapa tempat di Riau dan juga di Sumatera Utara yang menyebatbakn 58.000 orang mengungsi.
Sementara itu, Aam melaporkan jika dilihat per pulau konsentrasi 2 minggu terakhir ada di Sumatera bagian tengah khususnya di Sumatera Barat, selatan Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.
Lihat Juga :