Penjelasan BMKG terkait Gempa Bisa Picu Aktivitas Gunung Api
Senin, 08 Januari 2024 - 14:51 WIB
loading...
BMKG menjelaskan mengenai gempa yang bisa memicu aktivitas gunung api, Senin (8/1/2024). Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan mengenai gempa yang bisa memicu aktivitas gunung api. Mengingat, beberapa waktu lalu sempat ramai di media sosial terkait isu gempa di Sukabumi yang dikaitkan dengan aktivitas Gunung Salak.
"Terkait (gempa) dengan (aktivitas) kegunungapian, juga tidak mudah sebuah gempa bisa memicu gunung api karena banyak faktor yang bisa dijadikan sebuah gempa itu bisa menyebabkan terpicunya aktivitas vulkanisme,” tegas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono saat Konferensi Pers, Senin (8/1/2024).
Daryono mengungkapkan sebuah teori, bahwa gempa bisa memicu aktivitas gunung api, hal ini terjadi jika gunung api aktivitasnya sedang naik. Misalnya, produksi magmanya yang sedang meningkat. Sehingga, jika terjadi gempa maka berpotensi memicu aktivitas gunung api.
"Sebenarnya, ada teori bahwa sebuah gunung api itu bisa terpicu apabila gunung api saat itu sedang aktif ya, misalnya magmanya sedang produktif dan dia sedang terjadi aktivitas yang naik, maka itu bisa memicu," jelas Daryono.
Baca juga: Viral Pusaran Api di Gunung Bromo, BMKG: Bukan Tornado Tapi Dust Devil
"Terkait (gempa) dengan (aktivitas) kegunungapian, juga tidak mudah sebuah gempa bisa memicu gunung api karena banyak faktor yang bisa dijadikan sebuah gempa itu bisa menyebabkan terpicunya aktivitas vulkanisme,” tegas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono saat Konferensi Pers, Senin (8/1/2024).
Daryono mengungkapkan sebuah teori, bahwa gempa bisa memicu aktivitas gunung api, hal ini terjadi jika gunung api aktivitasnya sedang naik. Misalnya, produksi magmanya yang sedang meningkat. Sehingga, jika terjadi gempa maka berpotensi memicu aktivitas gunung api.
"Sebenarnya, ada teori bahwa sebuah gunung api itu bisa terpicu apabila gunung api saat itu sedang aktif ya, misalnya magmanya sedang produktif dan dia sedang terjadi aktivitas yang naik, maka itu bisa memicu," jelas Daryono.
Baca juga: Viral Pusaran Api di Gunung Bromo, BMKG: Bukan Tornado Tapi Dust Devil
Lihat Juga :