Arsjad Rasjid Sebut Bonus Demografi Bisa Jadi Malapetaka Jika Tak Diimbangi Lapangan Kerja
Sabtu, 06 Januari 2024 - 10:21 WIB
loading...
Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid saat berdialog dengan Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/1/2024). FOTO/TPN GANJAR-MAHFUD
A
A
A
JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid mengingatkan bahwa bonus demografi yang sedang dialami Indonesia bisa menjadi malapetaka. Salah satunya ketika bonus demografi tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja.
Hal ini disampaikan Arsjad Rasjid saat berdialog dengan Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/1/2024). Ia menyinggung banyak pihak berbicara bonus demografi tanpa tahu apa konsekuensinya.
"Bonus demografi, bonus demografi, bonus demografi. Tahu enggak? Bonus demografi itu akan menjadi malapetaka. Malapetaka bilamana kita tidak bisa melakukan sesuatu," kata Arsjad dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/1/2024).
"Yang bisa dilakukan generasi muda apa? Bayangin kalau nggak ada lapangan pekerjaan. Bukannya bonus, tapi malapetaka," ujarnya.
Hal ini disampaikan Arsjad Rasjid saat berdialog dengan Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/1/2024). Ia menyinggung banyak pihak berbicara bonus demografi tanpa tahu apa konsekuensinya.
"Bonus demografi, bonus demografi, bonus demografi. Tahu enggak? Bonus demografi itu akan menjadi malapetaka. Malapetaka bilamana kita tidak bisa melakukan sesuatu," kata Arsjad dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/1/2024).
"Yang bisa dilakukan generasi muda apa? Bayangin kalau nggak ada lapangan pekerjaan. Bukannya bonus, tapi malapetaka," ujarnya.
Lihat Juga :