Perkuat Bansos untuk Masyarakat, Capres Ganjar Pranowo Akan Lakukan Ini
Jum'at, 05 Januari 2024 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Capres Ganjar menegaskan, dirinya akan tetap melanjutkan program Bantuan Sosial jika terpilih. Ada begitu banyak Bansos yang diberikan pemerintah Indonesia, Ganjar ingin bansos ini lebih muda diakses lewat KTP Sakti.
"Kita hanya butuh satu kartu, yaitu KTP yang sudah dipegang setiap penduduk untuk menyalurkan bansos maupun untuk semua kebutuhan layanan masyarakat," kata Ganjar.
Program yang sudah ada seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Sembako Murah, Kartu Prakerja, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kemudian, subsidi usaha produktif, Kartu Tani, Pupuk, Solar Nelayan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan UMKM, dapat diakses dengan satu kartu, KTP Sakti.
Sementara itu, pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, gagasan KTP Sakti milik Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai wacana yang apik. Kendati demikian, Trubus mengingatkan gagasan tersebut akan banyak menemui hambatan dalam pelaksanaannya.
Tantangan pertama, adalah waktu yang singkat dalam jabatan presiden dan wakil presiden yakni lima tahun. Sedangkan untuk menyatukan berbagai data penerima bantuan sosial dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) juta butuh waktu yang tidak sebentar.
"Kita hanya butuh satu kartu, yaitu KTP yang sudah dipegang setiap penduduk untuk menyalurkan bansos maupun untuk semua kebutuhan layanan masyarakat," kata Ganjar.
Program yang sudah ada seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Sembako Murah, Kartu Prakerja, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kemudian, subsidi usaha produktif, Kartu Tani, Pupuk, Solar Nelayan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan UMKM, dapat diakses dengan satu kartu, KTP Sakti.
Sementara itu, pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, gagasan KTP Sakti milik Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai wacana yang apik. Kendati demikian, Trubus mengingatkan gagasan tersebut akan banyak menemui hambatan dalam pelaksanaannya.
Tantangan pertama, adalah waktu yang singkat dalam jabatan presiden dan wakil presiden yakni lima tahun. Sedangkan untuk menyatukan berbagai data penerima bantuan sosial dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) juta butuh waktu yang tidak sebentar.
Lihat Juga :