Gandeng Sektor Industri, Ganjar-Mahfud Pastikan Lulusan SMK Langsung Dapat Kerja

Kamis, 04 Januari 2024 - 14:31 WIB
loading...
Gandeng Sektor Industri,...
Ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho mengatakan pendidikan vokasi seperti SMK memang perlu berhubungan dengan sektor industri. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo -Mahfud MD berkomitmen lulusan SMK langsung mendapatkan pekerjaan. Komitmen ini dipertegas Ganjar-Mahfud melalui program SMK Gratis Lulus Langsung Kerja.

Ganjar menjelaskan program ini akan membantu siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan secara gratis.

“Ini adalah sekolah khusus untuk siswa dari keluarga tidak mampu yang memakai model asrama. Maka semua biaya keperluan hidup dan biaya keperluan belajar siswa akan ditanggung negara,” kata Ganjar saat kampanye di Wonogiri, Jawa Tengah pada Jumat 29 Desember 2023.

Baca juga: Ganjar Siap Kembangkan SMK Gratis untuk Keluarga Kurang Mampu di Tingkat Nasional

Selain itu, Ganjar juga memastikan lulusan SMK pasti mendapatkan pekerjaan karena akan bekerja sama dengan dunia industri.

“Kita kerja samakan dengan dunia industri sehingga begitu lulus mereka langsung bekerja bahkan ada yang di luar negeri. Dengan gaji besar, anak-anak ini akhirnya bisa mengangkat ekonomi keluarganya lepas dari garis kemiskinan,” kata Ganjar.

Baca juga: Janjikan Bangun SMK Gratis di Setiap Kabupaten-Kota, Ganjar: Anggaran Rp50 Triliun

Ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho mengatakan pendidikan vokasi seperti SMK memang perlu berhubungan dengan sektor industri. Menurut dia, sektor industri perlu didorong agar bekerja sama dengan sektor pendidikan.

“Kita harapkan apa yang diprovide oleh sektor pendidikan dalam hal ini tenaga kerja yang siap untuk bekerja itu bisa langsung terserap oleh industri. Kita ingin bahwa sektor industri bisa setidaknya memiliki investasi di sektor pendidikan,” kata Andry, Kamis (4/1/2024).

“Nah ini yang menurut saya tantangan bagi masing-masing paslon, bagaimana agar sektor industri ini tidak berdiri sendiri, tidak ada link and match dengan sektor pendidikan yang ada,” tambah Andry.

Sementara peran pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah, sebagai penengah yang menghubungkan tenaga kerja dengan industri juga harus didorong.

“Harus ada peran pemerintah, bagaimana pemerintah juga bisa inves di sektor pendidikan tetapi di saat bersamaan dia juga menghubungkan dengan sektor industri yang ada. Pertama, memprioritaskan tenaga kerja lokal, di mana bukan sekadar diprioritaskan tetapi memiliki kualitas terbaik sehingga industri tidak perlu kebingungan mencari tenaga kerja dari luar daerah, mereka tinggal mendapatkan itu dari daerah setempat,” ucapnya.

Untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas, lewat pendidikan, vokasi dan juga standardisasi keahlian berskala regional. “Keahliannya itu perlu di standardisasi dan dikenal. Sertifikasi jangan hanya dikenal di lokal saja, kita berharap standardisasi bisa berlaku di ASEAN,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Jadi Wakil Ketua Pansus...
Jadi Wakil Ketua Pansus RUU Desain Industri, Lola Dorong Industri Nasional Kuat dan Terlindungi
Prabowo dan Putin Sepakati...
Prabowo dan Putin Sepakati Kerja Sama Energi, Pendidikan, hingga Industri
Truk Dilarang Beroperasi...
Truk Dilarang Beroperasi selama 17 Hari saat Lebaran, DPR: Bebani Industri dan Sopir
Prabowo Bertemu 5 Pengusaha...
Prabowo Bertemu 5 Pengusaha di Hambalang, Ajak Gotong Royong Buka Lapangan Kerja
Stafsus Menaker: Kemajuan...
Stafsus Menaker: Kemajuan Dunia Industri Wajib Diikuti Kesejahteraan Pekerja
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Link Daftar Pelatihan...
Link Daftar Pelatihan Vokasi Nasional 2026 untuk Lulusan SMA/SMK, Cek Benefitnya
Rekomendasi
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Berita Terkini
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Infografis
Ganjar-Mahfud Komitmen...
Ganjar-Mahfud Komitmen Lewat E-Budgeting dan E-Planning
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved