Jelang Pemilu 2024, Nabil Haroen: Pagar Nusa Fokus sebagai Pagarnya NU dan Bangsa
Rabu, 03 Januari 2024 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
“Pagar Nusa memang secara organisasi berdiri pada 3 Januari 1986 lalu di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Namun, secara gerakan, Pagar Nusa dan tradisi pencak silat telah menjadi bagian dari integral tradisi pesantren selama ratusan tahun. Para kiai zaman dahulu, mendidik santri mengaji, tirakat juga melatih bela diri dengan teknik-teknik pencak silat. Jadi, dari sisi jiwa, raga dan pikiran semuanya terasah, menjadi satu kesatuan,” ungkapnya.
Baca juga: Nabil Haroen: Nahdlatul Ulama Jadi Kunci dalam Kontestasi Pemilu 2024
Nabil Haroen mengungkapkan Pagar Nusa mendukung penguatan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang berdaya dan digdaya. “Jika Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf sekarang ini mendorong agar Nahdlatul Ulama menjadi organisasi yang digdaya, Pagar Nusa menjadi kekuatan penting, bersama-sama yang lain untuk mentransformasi organisasi ini dalam dimensi mental, spiritual, fisik dan juga pikiran. Jadi, digdaya pada beberapa aspek yang saling melengkapi,” ungkap Nabil Haroen, yang juga Wakil Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Nabil Haroen mengungkapkan, saat ini Pagar Nusa sedang fokus pada tiga aspek utama dalam organisasi. “Kami sedang fokus pada tiga hal. Pertama, aspek pendekar dan kader. Jadi kami terus melatih pendekar-pendekar Pagar Nusa dengan pelbagai jenjang pelatihan yang berjalan secara regular. Ini kan tiap pekan ada pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan dari tingkat wilayah, cabang hingga ranting. Kami sedang mengonsolidasi pelatihan ini agar menjadi satu kesatuan dan komando, hingga mencetak kader-kader Pagar Nusa yang berprestasi dan berkhidmah,” kata Nabil.
Aspek kedua yakni, aspek organisasi dan pemberdayaan. Menurut Nabil, pihaknya sedang menata organisasi dengan mendorong penguatan administrasi organisasi, sistem e-KTA hingga peningkatan kualitas sumber daya dengan pemberdayaan serta pelatihan terkait. ”Selain itu, kami juga bekerjasama dengan beberapa pihak untuk beasiswa prestasi bagi para kader Pagar Nusa,” jelas alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini.
Baca juga: Nabil Haroen: Nahdlatul Ulama Jadi Kunci dalam Kontestasi Pemilu 2024
Nabil Haroen mengungkapkan Pagar Nusa mendukung penguatan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang berdaya dan digdaya. “Jika Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf sekarang ini mendorong agar Nahdlatul Ulama menjadi organisasi yang digdaya, Pagar Nusa menjadi kekuatan penting, bersama-sama yang lain untuk mentransformasi organisasi ini dalam dimensi mental, spiritual, fisik dan juga pikiran. Jadi, digdaya pada beberapa aspek yang saling melengkapi,” ungkap Nabil Haroen, yang juga Wakil Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Nabil Haroen mengungkapkan, saat ini Pagar Nusa sedang fokus pada tiga aspek utama dalam organisasi. “Kami sedang fokus pada tiga hal. Pertama, aspek pendekar dan kader. Jadi kami terus melatih pendekar-pendekar Pagar Nusa dengan pelbagai jenjang pelatihan yang berjalan secara regular. Ini kan tiap pekan ada pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan dari tingkat wilayah, cabang hingga ranting. Kami sedang mengonsolidasi pelatihan ini agar menjadi satu kesatuan dan komando, hingga mencetak kader-kader Pagar Nusa yang berprestasi dan berkhidmah,” kata Nabil.
Aspek kedua yakni, aspek organisasi dan pemberdayaan. Menurut Nabil, pihaknya sedang menata organisasi dengan mendorong penguatan administrasi organisasi, sistem e-KTA hingga peningkatan kualitas sumber daya dengan pemberdayaan serta pelatihan terkait. ”Selain itu, kami juga bekerjasama dengan beberapa pihak untuk beasiswa prestasi bagi para kader Pagar Nusa,” jelas alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini.
Lihat Juga :