Menteri Basuki Dinilai Berhasil Transformasi SDM di PUPR
Rabu, 03 Januari 2024 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
"Saya juga sudah keluarkan SK program coaching 3.0 sampai dengan tahun 2024 dengan target coachee 5.000 orang. Segera dilanjutkan pelatihan coach tahap 4 yang direncanakan pada bulan Januari 2024," tuturnya.
Khalawi juga menyampaikan terima kasih kepada Ary Ginanjar karena bisa belajar menerapkan ilmu coaching ESQ. Ia berharap, di akhir masa tugasnya masih bisa membantu PUPR dan generasi penerusnya dapat melanjutkan program coaching dari ESQ yang sangat bermanfaat ini.
"Metode coaching ini merupakan metode terbaru ESQ. Pada tahun 2024 nanti, Kementerian PUPR menargetkan 5.000 orang ASN Kementerian PUPR dapat mengikuti program coaching. Dan ditargetkan setidaknya ada 50 coach dari Kementerian PUPR. Saat ini baru terpenuhi 41 coach, dan sisanya akan kita penuhi di awal 2024," jelas Khalawi.
"Kita juga tadi sudah mendengarkan testimoni dari coach dan coachee dari Kementerian PUPR, yang menyampaikan bahwa Metode Coaching ini dapat menghidupkan inner drive dan meniadakan limiting belief yang menghambat kinerja. Sehingga, para Pejabat baik dari Eselon 1, 2 bahkan 3 mesti menguasai metode coaching ini supaya bisa mendorong potensi staf-nya dengan tetap berpegang pada nilai Berakhlak," tutupnya.
Khalawi juga menyampaikan terima kasih kepada Ary Ginanjar karena bisa belajar menerapkan ilmu coaching ESQ. Ia berharap, di akhir masa tugasnya masih bisa membantu PUPR dan generasi penerusnya dapat melanjutkan program coaching dari ESQ yang sangat bermanfaat ini.
"Metode coaching ini merupakan metode terbaru ESQ. Pada tahun 2024 nanti, Kementerian PUPR menargetkan 5.000 orang ASN Kementerian PUPR dapat mengikuti program coaching. Dan ditargetkan setidaknya ada 50 coach dari Kementerian PUPR. Saat ini baru terpenuhi 41 coach, dan sisanya akan kita penuhi di awal 2024," jelas Khalawi.
"Kita juga tadi sudah mendengarkan testimoni dari coach dan coachee dari Kementerian PUPR, yang menyampaikan bahwa Metode Coaching ini dapat menghidupkan inner drive dan meniadakan limiting belief yang menghambat kinerja. Sehingga, para Pejabat baik dari Eselon 1, 2 bahkan 3 mesti menguasai metode coaching ini supaya bisa mendorong potensi staf-nya dengan tetap berpegang pada nilai Berakhlak," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :