Pengamat: Elektabilitas Petahana di Atas 60%, Penantang Susah Menang
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:50 WIB
loading...
Dari banyak pilkada gubernur, bupati, wali kota, bahkan pilpres, petahana yang elektabilitas lebih dari 60%, susah dikalahkan atau penantang sulit menang. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam mengatakan, dari banyak pilkada gubernur, bupati, wali kota, bahkan pilpres, petahana yang punya elektabilitas lebih dari 60%, susah dikalahkan atau penantang sulit menang. Memang bukan berarti tidak bisa dikalahkan.
"Kalau melihat elektabilitas Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey di atas 60%, itu angka psikologis aman. Dengan elektabilitas seperti itu, Olly tinggal menjaga stamina politik sampai pemungutan suara," kata Arif Nurul Imam, Senin (10/8/2020).
Menurutnya, secara umum petahana kebanyakan menang pilkada jika elektabilitasnya jauh meninggalkan penantang. Elektabilitas petahana begitu tinggi, lazimnya dipengaruhi kinerja pemerintahan selama ini. Artinya warga Sulut puas dengan kerja-kerja sekaligus program Olly.
"Prestasi dan rekam jejak tersebut akhirnya berubah menjadi dukungan politik. Ketika pilkada digelar, masyarakat Sulut tentu akan mendukungnya. Angka elektabilitas 62% itu bisa diartikan bentuk apresiasi pemilih Sulut terhadap kinerja Olly. Sekarang tinggal menjaga capaian-capaian positif yang telah, sedang, dan akan dikerjakan," ucapnya.
Dijelaskan Nurul Imam, penanganan dampak virus Corona (Covid-19) menjadi salah satu ukuran kinerja petahana. Jika petahana bisa kerja dengan baik, meminimalisir Covid-19 serta dampaknya, tentu mempertebal kepercayaan publik.
"Menghadirkan pandangan dan persepsi publik yang positif. Otomatis mendongkrak elektabilitas petahana. Sebaliknya kalau gagal, tentu akan menggerus elektabilitas," ujarnya.
Sementara Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo Harry Tanoesoedibjo (HT) menyerahkan langsung SK dukungan kepada Calon Gubernur Sulut Olly Dondokambey di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (9/8/2020).
"Kalau melihat elektabilitas Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey di atas 60%, itu angka psikologis aman. Dengan elektabilitas seperti itu, Olly tinggal menjaga stamina politik sampai pemungutan suara," kata Arif Nurul Imam, Senin (10/8/2020).
Menurutnya, secara umum petahana kebanyakan menang pilkada jika elektabilitasnya jauh meninggalkan penantang. Elektabilitas petahana begitu tinggi, lazimnya dipengaruhi kinerja pemerintahan selama ini. Artinya warga Sulut puas dengan kerja-kerja sekaligus program Olly.
"Prestasi dan rekam jejak tersebut akhirnya berubah menjadi dukungan politik. Ketika pilkada digelar, masyarakat Sulut tentu akan mendukungnya. Angka elektabilitas 62% itu bisa diartikan bentuk apresiasi pemilih Sulut terhadap kinerja Olly. Sekarang tinggal menjaga capaian-capaian positif yang telah, sedang, dan akan dikerjakan," ucapnya.
Dijelaskan Nurul Imam, penanganan dampak virus Corona (Covid-19) menjadi salah satu ukuran kinerja petahana. Jika petahana bisa kerja dengan baik, meminimalisir Covid-19 serta dampaknya, tentu mempertebal kepercayaan publik.
"Menghadirkan pandangan dan persepsi publik yang positif. Otomatis mendongkrak elektabilitas petahana. Sebaliknya kalau gagal, tentu akan menggerus elektabilitas," ujarnya.
Sementara Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo Harry Tanoesoedibjo (HT) menyerahkan langsung SK dukungan kepada Calon Gubernur Sulut Olly Dondokambey di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (9/8/2020).
Lihat Juga :