Survei ICRC: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Tempel Ketat Prabowo-Gibran
Minggu, 31 Desember 2023 - 20:20 WIB
loading...
Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD menyampaikan sambutan saat konsolidasi 45 Hari menuju kemenangan Ganjar-Mahfud di Jakarta, Sabtu (30/12/2023). FOTO/MPI/ARIF JULIANTO
A
A
A
JAKARTA - Lembaga survei Ide Cipta Research and Consulting (ICRC) mengeluarkan hasil survei terbaru periode Desember 2023. Dalam survei ini, pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD terus menempel ketat pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dalam hasil survei itu, Prabowo-Gibran masih memiliki elektabilitas tertinggi dengan angka sebesar 39,4%. Pasangan Ganjar-Mahfud berada di urutan kedua dengan angka 29,1%, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 25,6%.
"Prabowo masih unggul jika dibandingkan temuan kita sebelumnya di bulan November," kata Direktur Eksekutif ICRC Hadi Suprapto Rusli, Minggu (31/12/2023).
Baca juga: Ganjar-Mahfud Juara di Jateng-DIY, Elektabilitas Capai 55,9%
Meski Ganjar berada pada urutan kedua, kata Hadi, Ganjar-Mahfud harus memperbesar raihan suaranya di wilayah Jawa Barat. Sejalan dengan itu, Ganjar-Mahfud juga harus bisa mempertahankan dan memperbesar angka elektabiltias di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang didapat sebesar 55,9%.
Dalam hasil survei itu, Prabowo-Gibran masih memiliki elektabilitas tertinggi dengan angka sebesar 39,4%. Pasangan Ganjar-Mahfud berada di urutan kedua dengan angka 29,1%, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 25,6%.
"Prabowo masih unggul jika dibandingkan temuan kita sebelumnya di bulan November," kata Direktur Eksekutif ICRC Hadi Suprapto Rusli, Minggu (31/12/2023).
Baca juga: Ganjar-Mahfud Juara di Jateng-DIY, Elektabilitas Capai 55,9%
Meski Ganjar berada pada urutan kedua, kata Hadi, Ganjar-Mahfud harus memperbesar raihan suaranya di wilayah Jawa Barat. Sejalan dengan itu, Ganjar-Mahfud juga harus bisa mempertahankan dan memperbesar angka elektabiltias di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang didapat sebesar 55,9%.
Lihat Juga :