Pelestarian Budaya, Catatan Panjang tentang Sejarah Daerah atau Bangsa
Sabtu, 30 Desember 2023 - 13:14 WIB
loading...
Agustinus Sandi, alumni S1 FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang meneguhkan cintanya pada kain Sasirangan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Budaya dan sejarah memiliki satu keterkaitan penting dalam perjalanan sebuah bangsa atau daerah. Hal inilah yang menjadi perhatian dari Agustinus Sandi, alumni S1 FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang meneguhkan cintanya pada kain Sasirangan.
Kain Sasirangan merupakan kain khas Kalsel ini tidak hanya menjadi lambang pelestarian budaya, tetapi juga berperan sebagai pusat kegiatan yang mendukung usaha ekonomi lokal.
Inisiatif Sandi dan perjuangan Sandi adalah untuk mendirikan Kantan Sasirangan yang cukup berat, kerap kali dia dihadapkan atas beberapa penolakan saat mencoba belajar.
"Masalah tersebut bukannya menjadikan nyali ciut, Sandi semakin bersemangat untuk membawa perubahan besar pada masyarakat sekitar dengan terus belajar kain Sasirangan," kata Sandi dalam keterangannya, Sabtu (30/12/2023).
Baca juga: Gelar Pertunjukan Wayang Kulit, Kapolri: Cara Polri Lestarikan Budaya Bangsa
Sampailah Sandi pada satu titik di mana dia berhasil mengembangkan kesenian tersebut bahkan dengan melakukan beberapa pelatihan kepada masyarakat sekitar khususnya Ibu-Ibu.
"Harapan utamanya adalah kesenian berupa kain Sasirangan ini dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat," harapnya.
Kain Sasirangan merupakan kain khas Kalsel ini tidak hanya menjadi lambang pelestarian budaya, tetapi juga berperan sebagai pusat kegiatan yang mendukung usaha ekonomi lokal.
Inisiatif Sandi dan perjuangan Sandi adalah untuk mendirikan Kantan Sasirangan yang cukup berat, kerap kali dia dihadapkan atas beberapa penolakan saat mencoba belajar.
"Masalah tersebut bukannya menjadikan nyali ciut, Sandi semakin bersemangat untuk membawa perubahan besar pada masyarakat sekitar dengan terus belajar kain Sasirangan," kata Sandi dalam keterangannya, Sabtu (30/12/2023).
Baca juga: Gelar Pertunjukan Wayang Kulit, Kapolri: Cara Polri Lestarikan Budaya Bangsa
Sampailah Sandi pada satu titik di mana dia berhasil mengembangkan kesenian tersebut bahkan dengan melakukan beberapa pelatihan kepada masyarakat sekitar khususnya Ibu-Ibu.
"Harapan utamanya adalah kesenian berupa kain Sasirangan ini dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat," harapnya.
Lihat Juga :