Narasi Pilpres Satu Putaran Dinilai Pembajakan terhadap Demokrasi

Sabtu, 30 Desember 2023 - 12:45 WIB
loading...
Narasi Pilpres Satu...
Narasi Pilpres 2024 berlangsung satu putaran yang digaungkan oleh sejumlah aktor politik dinilai meruntuhkan kualitas demokrasi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Narasi Pilpres 2024 berlangsung satu putaran yang digaungkan oleh sejumlah aktor politik dinilai meruntuhkan kualitas demokrasi. Sebab, pemilu merupakan pesta demokrasi, dari, oleh, dan untuk rakyat.

Ketua Umum NETFID Indonesia Muhammad Afit Khomsani melihat narasi pilpres satu putaran sengaja diembuskan untuk memberikan keuntungan pada salah satu pihak.

Baca juga: Andi Widjajanto Sebut Narasi Pilpres Satu Putaran Propaganda dari Hasil Survei

"Kami melihat bahwa narasi tersebut hanya mungkin menguntungkan satu kelompok tertentu dan di sisi lain meruntuhkan kualitas dari demokrasi sendiri," ujar Afit, Sabtu (30/12/2023).

Menurutnya, pemilu merupakan pesta demokrasi, dari, oleh, dan untuk rakyat. Ketika aktor politik yang memainkan narasi ini maka sangat tidak bijaksana.

"Kaitan dengan narasi tersebut kami melihat bahwa narasi itu sangat berbenturan dengan semangat dan juga proses demokrasi sendiri yaitu dari, oleh, dan untuk rakyat," katanya.

Fenomena hari ini, kata Afit, rakyat dihadapkan pada pertarungan narasi antar tim pemenangan pasangan calon. Namun, dia mengingatkan pentingnya menjaga etika dan menghormati aturan yang sudah ada.

"Kaitannya dengan narasi satu putaran, harusnya aktor-aktor politik kita itu bertindak lebih bijak dalam melemparkan isu-isu yang kemudian cenderung memperkeruh suasana dalam pemilu kita," jelas Afit.

Pesta demokrasi harus dijalankan dengan prinsip-prinsip yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber Jurdil). Peran rakyat, semangat demokrasi, tidak boleh dinafikan oleh kepentingan sekelompok orang.

"Dimana proses dan juga berlingkaran demokrasi sendiri harusnya dikembalikan, diselenggarakan oleh rakyat. Bukan kemudian aktor politik yang menentukan proses tersebut," papar Afit.

Menghadapi perang narasi, Afit meminta masyarakat jangan sampai merugi karena terseret arus. Masyarakat harus lebih cerdas mengelola narasi yang dilempar antara kelompok pendukung capres-cawapres.

"Aktor politik, calon, timses, dan sebagainya tidak memperkeruh suasana dengan narasi yang kontradiktif dengan perkembangan demokrasi di indonesia," kata Afit.

Sebelumnya, sejumlah pendukung pasangan Capres dan Cawapres Nomoro urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengkampanyekan perlunya pilpres digelar cuma satu putaran agar negara bisa hemat. Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah, menyebut biaya putaran kedua Pilpres sekitar Rp17 triliun.

Baca juga: Pengamat: Sangat Kecil Kemungkinan Pilpres 2024 Satu Putaran

Hal serupa dikampanyekan Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengatakan jika Prabowo-Gibran menang satu putaran maka akan mengefisienkan anggaran negara Rp17 triliun.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Todung Mulya Lubis Jadi...
Todung Mulya Lubis Jadi Kuasa Hukum Saiful Mujani di Kasus Dugaan Makar
Puspoll Nilai Parliamentary...
Puspoll Nilai Parliamentary Threshold Perlu Formula Seimbang antara Stabilitas dan Demokrasi
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
7 Juta Warga AS Turun...
7 Juta Warga AS Turun ke Jalanan Lawan Trump dengan Gerakan No Kings, Ini 6 Alasannya
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Berita Terkini
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved