Cita-cita Afirmasi Perempuan di Politik Belum Tercapai
Kamis, 28 Desember 2023 - 00:07 WIB
loading...
A
A
A
"Mari kita bersujud semuanya, saudara-saudara di seluruh Indonesia kepada ibu kita dalam rangka mengucapkan selamat Hari Ibu 22 Desember 2023 ini. Sesudah ini kita lanjutkan pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi," ujar Mahfud dalam debat cawapres yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Perhatian terhadap ibu dan perempuan bukan hanya ucapan di bibir. Paslon nomor urut 3 itu serius memasukkan program perlindungan dan pemberdayaan perempuan sebagai prioritas.
Misalnya, Ganjar-Mahfud menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar per tahun dari APBN untuk insentif Satgas Antikekerasan terhadap Perempuan. Jika ditotal, Rp500 miliar akan dialokasikan selama 5 tahun.
"Ganjar-Mahfud juga memastikan biaya penanganan kesehatan seperti screening kanker serviks per tahun. Biaya pelatihan dan pengembangan yang khusus menyasar para ibu dan perempuan juga bakal disiapkan," kata Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud dalam keterangan tertulis, Minggu (24/12/2023).
Ganjar-Mahfud menyadari realita buruk masih belum sepenuhnya terlepas dari ibu dan perempuan Indonesia. Salah satunya tingginya kekerasan perempuan. Kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang muncul diyakini hanya merupakan fenomena gunung es.
Perhatian terhadap ibu dan perempuan bukan hanya ucapan di bibir. Paslon nomor urut 3 itu serius memasukkan program perlindungan dan pemberdayaan perempuan sebagai prioritas.
Misalnya, Ganjar-Mahfud menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar per tahun dari APBN untuk insentif Satgas Antikekerasan terhadap Perempuan. Jika ditotal, Rp500 miliar akan dialokasikan selama 5 tahun.
"Ganjar-Mahfud juga memastikan biaya penanganan kesehatan seperti screening kanker serviks per tahun. Biaya pelatihan dan pengembangan yang khusus menyasar para ibu dan perempuan juga bakal disiapkan," kata Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud dalam keterangan tertulis, Minggu (24/12/2023).
Ganjar-Mahfud menyadari realita buruk masih belum sepenuhnya terlepas dari ibu dan perempuan Indonesia. Salah satunya tingginya kekerasan perempuan. Kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang muncul diyakini hanya merupakan fenomena gunung es.
Lihat Juga :