IKN Dianggap Bebani Kas Negara, Gibran: Dari APBN Cuma 20%
Senin, 25 Desember 2023 - 18:57 WIB
loading...
Cawapres Gibran Rakabuming Raka menilai banyak masyarakat gagal paham terkait sumber dana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka menilai banyak masyarakat gagal paham terkait sumber dana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia menegaskan sumber pendanaan IKN tak sepenuhnya dari APBN.
Menurutnya, anggaran yang digelontorkan dari kas negara untuk pembangunan IKN cuma 20%. Sisanya dari investasi swasta dan luar negeri.
"Banyak yang gagal paham, tidak 100% pembangunan IKN menggunakan APBN. Jadi yang digunakan hanya 20 persen, sisanya investasi dari swasta dan luar negeri," kata Gibran, Senin (25/12/2023).
Baca juga: Momen Gibran Tetap Menghormati Cawapres Lainnya
Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun IKN sebesar Rp466 triliun. Berdasarkan situs resmi IKN, dari jumlah tersebut, pembiayaan dari APBN ditetapkan sebesar Rp89,4 triliun atau setara 19,18% dari total dana yang dibutuhkan.
Kemudian, kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan swasta ditargetkan sebesar Rp253,4 triliun, sementara BUMN serta BUMD sebesar Rp123,2 triliun. Adapun, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pembangunan sebesar Rp75,5 triliun untuk 2022 hingga 2024.
Baca juga: Debat Cawapres, Gibran: IKN Simbol Pemerataan Pembangunan di Indonesia
Menurutnya, anggaran yang digelontorkan dari kas negara untuk pembangunan IKN cuma 20%. Sisanya dari investasi swasta dan luar negeri.
"Banyak yang gagal paham, tidak 100% pembangunan IKN menggunakan APBN. Jadi yang digunakan hanya 20 persen, sisanya investasi dari swasta dan luar negeri," kata Gibran, Senin (25/12/2023).
Baca juga: Momen Gibran Tetap Menghormati Cawapres Lainnya
Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun IKN sebesar Rp466 triliun. Berdasarkan situs resmi IKN, dari jumlah tersebut, pembiayaan dari APBN ditetapkan sebesar Rp89,4 triliun atau setara 19,18% dari total dana yang dibutuhkan.
Kemudian, kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan swasta ditargetkan sebesar Rp253,4 triliun, sementara BUMN serta BUMD sebesar Rp123,2 triliun. Adapun, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pembangunan sebesar Rp75,5 triliun untuk 2022 hingga 2024.
Baca juga: Debat Cawapres, Gibran: IKN Simbol Pemerataan Pembangunan di Indonesia
Lihat Juga :