Pemerintah Diminta Terapkan Teknologi AI untuk Atasi Masalah Pangan
Jum'at, 22 Desember 2023 - 23:59 WIB
loading...
Pemerintah disarankan menerapkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan teknologi pengolahan pangan untuk mengatasi permasalahan pangan di Indonesia. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah disarankan menerapkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan teknologi pengolahan pangan untuk mengatasi permasalahan pangan di Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan AI sudah mulai diterapkan melalui program “Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) sejak 2021 di Kementerian BUMN.
"Ada beberapa solusinya. Pertama kita kurang menerapkan teknologi seperti teknologi benih atau melalui AI yang bisa meningkatkan produktivitas. Ke depan kita harus perbanyak dan perkuat serta diberi masukkan teknologi untuk meningkatkan produksi pangan," kata Bayu dalam diskusi Indonesia Menuju Kedaulatan Pangan di Media Center Indonesia Maju, Kamis (21/12/2023).
Baca juga: Sat Set Pangan Ala Ganjar, Pasokan Aman dan Bikin Harga Ringan di Kantong
Program Makmur, kata Bayu, memberikan pengawasan dan pendampingan intensif kepada petani. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman, digital farming, hingga mekanisasi pertanian. Selain itu, disiapkan juga akses permodalan, perlindungan risiko pertanian, serta adanya kepastian pembelian dengan harga kompetitif melalui offtaker.
Solusi kedua adalah melalui penerapan teknologi pengolahan pangan. Bayu menjelaskan dengan teknologi pangan memungkinkan Indonesia untuk diversifikasi pangan dengan hasil yang lebih baik. Misalnya pengolahan singkong menjadi nasi yang dinilai memiliki nilai produksi lebih tinggi daripada beras.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan AI sudah mulai diterapkan melalui program “Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) sejak 2021 di Kementerian BUMN.
"Ada beberapa solusinya. Pertama kita kurang menerapkan teknologi seperti teknologi benih atau melalui AI yang bisa meningkatkan produktivitas. Ke depan kita harus perbanyak dan perkuat serta diberi masukkan teknologi untuk meningkatkan produksi pangan," kata Bayu dalam diskusi Indonesia Menuju Kedaulatan Pangan di Media Center Indonesia Maju, Kamis (21/12/2023).
Baca juga: Sat Set Pangan Ala Ganjar, Pasokan Aman dan Bikin Harga Ringan di Kantong
Program Makmur, kata Bayu, memberikan pengawasan dan pendampingan intensif kepada petani. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman, digital farming, hingga mekanisasi pertanian. Selain itu, disiapkan juga akses permodalan, perlindungan risiko pertanian, serta adanya kepastian pembelian dengan harga kompetitif melalui offtaker.
Solusi kedua adalah melalui penerapan teknologi pengolahan pangan. Bayu menjelaskan dengan teknologi pangan memungkinkan Indonesia untuk diversifikasi pangan dengan hasil yang lebih baik. Misalnya pengolahan singkong menjadi nasi yang dinilai memiliki nilai produksi lebih tinggi daripada beras.
Lihat Juga :