Debat Cawapres, Mahfud MD Singgung Korupsi Terjadi 3 Matra Alam
Jum'at, 22 Desember 2023 - 19:56 WIB
loading...
Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3 Mahfud MD menyinggung masalah korupsi yang masih merajalela di tiga matra alam yakni di tanah, laut, dan juga udara. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3 Mahfud MD menyinggung masalah korupsi yang masih merajalela di tiga matra alam yakni di tanah, laut, dan juga udara. Inilah yang membuat kemiskinan masih ada di Indonesia.
“Korupsi juga terjadi di tiga matra alam kita ini, kita menginjak bumi ada korupsi di tanah dan pertambangan. Kita ke laut ada korupsi di masalah kelautan, kita melihat udara pesawat terbang kita ternyata di udara juga banyak korupsi. Akibatnya apa? Rakyat miskin,” ujar Mahfud saat debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).
Baca juga: Awali Debat Cawapres 2024, Mahfud MD Ajak Masyarakat Bersujud kepada Ibu
Sebelumnya, Mahfud MD memaparkan jika ekonomi Indonesia sebenarnya bisa tumbuh hingga 7% di dalam 1 tahun. Namun, Mahfud mengatakan di dalam sejarah Reformasi tidak pernah sampai tumbuh sebanyak 7%. Dulu hanya itu tercapai pada tahun 1989 sampai 1991 di era Orde Baru.
“Lalu pertanyaan itu saya sampaikan kepada beberapa orang ahli, lalu mereka mengatakan hanya karena kebodohan kita, kita ini tidak bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi 7% karena kita ini kaya raya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang hebat,” jelas Mahfud.
“Korupsi juga terjadi di tiga matra alam kita ini, kita menginjak bumi ada korupsi di tanah dan pertambangan. Kita ke laut ada korupsi di masalah kelautan, kita melihat udara pesawat terbang kita ternyata di udara juga banyak korupsi. Akibatnya apa? Rakyat miskin,” ujar Mahfud saat debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).
Baca juga: Awali Debat Cawapres 2024, Mahfud MD Ajak Masyarakat Bersujud kepada Ibu
Sebelumnya, Mahfud MD memaparkan jika ekonomi Indonesia sebenarnya bisa tumbuh hingga 7% di dalam 1 tahun. Namun, Mahfud mengatakan di dalam sejarah Reformasi tidak pernah sampai tumbuh sebanyak 7%. Dulu hanya itu tercapai pada tahun 1989 sampai 1991 di era Orde Baru.
“Lalu pertanyaan itu saya sampaikan kepada beberapa orang ahli, lalu mereka mengatakan hanya karena kebodohan kita, kita ini tidak bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi 7% karena kita ini kaya raya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang hebat,” jelas Mahfud.
Lihat Juga :