Hasto Optimistis Mahfud MD Mampu Sampaikan Gagasan Ekonomi di Debat Cawapres
Jum'at, 22 Desember 2023 - 18:43 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri debat cawapres perdana yang digelar bertepatan dengan Hari Ibu di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri debat cawapres perdana yang digelar bertepatan dengan Hari Ibu di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).
Hasto optimistis dengan tema diangkat oleh KPU dalam debat cawapres karena tema itu berkaitan erat dengan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Keduanya telah berpengalaman di pemerintahan baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Baca juga: Jelang Debat Cawapres, Aldi Taher Bakar Semangat Pendukung Ganjar-Mahfud
"Tema debat hari ini optimisme karena terkait dengan ekonomi, kerakyatan, kemudian hilirisasi dan kebijakan-kebijakan APBN, APBD, semuanya sangat terkait dengan Ganjar-Mahfud jadi temanya Ganjar banget," ujar Hasto saat hadir di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).
Pernyataan itu bukan tanpa sebab, Hasto menilai bahwa mayoritas responden memerlukan pemimpin kuat berkomitmen. Selain beradu gagasan, pemimpin juga mampu memiliki program dalam penciptaan lapangan pekerjaan.
"Mengapa karena dari survei menunjukkan bahwa mayoritas responden lebih dari 58 persen memerlukan komitmen dari pasangan calon terkait dengan penciptaan lapangan pekerjaan menurun," terang Hasto.
Hasto optimistis dengan tema diangkat oleh KPU dalam debat cawapres karena tema itu berkaitan erat dengan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Keduanya telah berpengalaman di pemerintahan baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Baca juga: Jelang Debat Cawapres, Aldi Taher Bakar Semangat Pendukung Ganjar-Mahfud
"Tema debat hari ini optimisme karena terkait dengan ekonomi, kerakyatan, kemudian hilirisasi dan kebijakan-kebijakan APBN, APBD, semuanya sangat terkait dengan Ganjar-Mahfud jadi temanya Ganjar banget," ujar Hasto saat hadir di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).
Pernyataan itu bukan tanpa sebab, Hasto menilai bahwa mayoritas responden memerlukan pemimpin kuat berkomitmen. Selain beradu gagasan, pemimpin juga mampu memiliki program dalam penciptaan lapangan pekerjaan.
"Mengapa karena dari survei menunjukkan bahwa mayoritas responden lebih dari 58 persen memerlukan komitmen dari pasangan calon terkait dengan penciptaan lapangan pekerjaan menurun," terang Hasto.
Lihat Juga :