Yenny Wahid ke Para Santri: Pilih Pemimpin yang Bisa Perbaiki Nasib Bangsa
Kamis, 21 Desember 2023 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
"Indeks korupsi kita masih sangat mengakhawatirkan, bahkan turun sekarang. Ini yang membuat kesejahteraan tidak bisa merata. Pertumbuhan ekonominya tinggi, tapi yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah melarat. Itu yang dirasakan rakyat," ungkapnya.
Dengan demikian, katanya, pemuda terutama santri menjadi penentu arah bangsa, terlebih dalam waktu dekat Indonesia akan menghadapi momentum pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih pemimpin atau Presiden dan Wakil Presiden.
"Nah pemilu itu akan menentukan nasib bangsa kita kedepan. Kita akan memilih orang yang kita anggap bisa menjadi nakhoda untuk bangsa kita, bisa meletakan fondasi bangsa kita kita arah yang benar. Sehingga angka korupsi diturunkan sekecil-kecilnya," jelasnya.
Sebab, menurut Dewan Penasihat TPN Ganjar-Mahfud ini, tindak pidana korupsi merupakan ancaman bagi negara dan penghambat kemajuan negara. Indonesia yang diramalkan akan menjadi negara kelima terkaya di dunia akan sulit dicapai kalau masih ada koruptor.
"Jangan sampai demokrasi di Indonesia dikompromikan, kita tidak mau lagi ada nepotisme, kolusi dan korupsi. Jadi semua orang harus mempertahankan demokrasi di Indonesia," tutupnya.
Dengan demikian, katanya, pemuda terutama santri menjadi penentu arah bangsa, terlebih dalam waktu dekat Indonesia akan menghadapi momentum pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih pemimpin atau Presiden dan Wakil Presiden.
"Nah pemilu itu akan menentukan nasib bangsa kita kedepan. Kita akan memilih orang yang kita anggap bisa menjadi nakhoda untuk bangsa kita, bisa meletakan fondasi bangsa kita kita arah yang benar. Sehingga angka korupsi diturunkan sekecil-kecilnya," jelasnya.
Sebab, menurut Dewan Penasihat TPN Ganjar-Mahfud ini, tindak pidana korupsi merupakan ancaman bagi negara dan penghambat kemajuan negara. Indonesia yang diramalkan akan menjadi negara kelima terkaya di dunia akan sulit dicapai kalau masih ada koruptor.
"Jangan sampai demokrasi di Indonesia dikompromikan, kita tidak mau lagi ada nepotisme, kolusi dan korupsi. Jadi semua orang harus mempertahankan demokrasi di Indonesia," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :