Kunker ke Kendal, Wamen ATR/BPN: Sertifikasi Era Jokowi Naik Dua Kali Lipat
Selasa, 19 Desember 2023 - 05:19 WIB
loading...
Wamen ATR/BPN, Raja Juli Antoni, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyerahkan 500 sertifikat tanah, di Kabupaten Kendal. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN), Raja Juli Antoni, dalam kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyerahkan 500 sertifikat tanah. Penyerahan sertifikat ini melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Senin 18 Desember 2023.
Wakil Menteri ATR/BPN menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya membantu masyarakat dalam proses sertifikasi secara maksimal. Menurut Raja Antoni, hal tersebut merupakan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna melakukan percepatan sertifikasi tanah.
Raja Antoni menjelaskan, pada tahun 2014 saat Presiden Jokowi memimpin pemerintahan, jumlah bidang tanah yang tersertifikasi baru hanya 46 juta bidang saja. Padahal di Indonesia terdapat 126 juta bidang tanah.
Baca juga: Wamen ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Pembangunan Jembatan Batam-Bintan
"Kita bersyukur punya Presiden yang pekerja keras, hari ini jumlah bidang tanah yang terdaftar sudah sebanyak 110 juta bidang, dan 90 juta bidang sudah bersertifikat," terang Wamen ATR/BPN dalam keterangannya, Selasa (19/12/2023).
Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut, semakin banyak masyarakat mendapatkan sertifikat tanah akan berbanding lurus dengan berkurangnya sengketa atau konflik pertanahan.
Hal tersebut, menurut Wamen ATR/BPN, karena tanah yang bersertifikat memiliki kepastian hukum dan tercatat secara resmi di Kantor Pertanahan. Selain itu, Raja Antoni juga menyebutkan, sertifikat dapat meningkatkan kualitas hidup penerima karena tanahnya memiliki nilai ekonomi.
Wakil Menteri ATR/BPN menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya membantu masyarakat dalam proses sertifikasi secara maksimal. Menurut Raja Antoni, hal tersebut merupakan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna melakukan percepatan sertifikasi tanah.
Raja Antoni menjelaskan, pada tahun 2014 saat Presiden Jokowi memimpin pemerintahan, jumlah bidang tanah yang tersertifikasi baru hanya 46 juta bidang saja. Padahal di Indonesia terdapat 126 juta bidang tanah.
Baca juga: Wamen ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Pembangunan Jembatan Batam-Bintan
"Kita bersyukur punya Presiden yang pekerja keras, hari ini jumlah bidang tanah yang terdaftar sudah sebanyak 110 juta bidang, dan 90 juta bidang sudah bersertifikat," terang Wamen ATR/BPN dalam keterangannya, Selasa (19/12/2023).
Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut, semakin banyak masyarakat mendapatkan sertifikat tanah akan berbanding lurus dengan berkurangnya sengketa atau konflik pertanahan.
Hal tersebut, menurut Wamen ATR/BPN, karena tanah yang bersertifikat memiliki kepastian hukum dan tercatat secara resmi di Kantor Pertanahan. Selain itu, Raja Antoni juga menyebutkan, sertifikat dapat meningkatkan kualitas hidup penerima karena tanahnya memiliki nilai ekonomi.
Lihat Juga :