Gus Yahya: Hak Veto Dewan Keamanan Lemahkan Legitimasi PBB dan UDHR
Jum'at, 15 Desember 2023 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Hak istimewa tersebut, kata Gus Yahya, memungkinkan anggota tetap DK PBB menggunakan hak veto untuk melindungi kepentingan nasional atau sekutu mereka, bahkan jika hal tersebut bertentangan dengan konsensus internasional.
"Dan juga memungkinkan terjadinya pelanggaran aturan oleh pihak-pihak yang terus mengejar tujuan mereka melalui upaya ekonomi, militer, dan kekuatan politik yang melanggar Piagam PBB dan UDHR," katanya.
Gus Yahya mencatat peran besar negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, dalam membentuk tatanan internasional pascaperang. Ia menilai kekuatan ekonomi, militer, dan politik negara-negara barat menjadi pilar utama dalam mendukung tatanan tersebut. Namun, ia menyebut dunia kini mengalami pergeseran ke arah multi-kutub, di mana kekuatan Barat mengalami kemunduran.
Baca juga: Dewan Keamanan PBB Bakal Gelar Voting untuk Gencatan Senjata di Jalur Gaza
"Namun, ketika negara-negara lain memanfaatkan peluang yang diberikan oleh keterbukaan, keamanan, dan stabilitas sistem internasional pascaperang, kekuatan Barat yang tadinya hegemonik kini mengalami kemunduran, dan dunia multi-kutub pun mulai muncul," katanya.
"Dan juga memungkinkan terjadinya pelanggaran aturan oleh pihak-pihak yang terus mengejar tujuan mereka melalui upaya ekonomi, militer, dan kekuatan politik yang melanggar Piagam PBB dan UDHR," katanya.
Gus Yahya mencatat peran besar negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, dalam membentuk tatanan internasional pascaperang. Ia menilai kekuatan ekonomi, militer, dan politik negara-negara barat menjadi pilar utama dalam mendukung tatanan tersebut. Namun, ia menyebut dunia kini mengalami pergeseran ke arah multi-kutub, di mana kekuatan Barat mengalami kemunduran.
Baca juga: Dewan Keamanan PBB Bakal Gelar Voting untuk Gencatan Senjata di Jalur Gaza
"Namun, ketika negara-negara lain memanfaatkan peluang yang diberikan oleh keterbukaan, keamanan, dan stabilitas sistem internasional pascaperang, kekuatan Barat yang tadinya hegemonik kini mengalami kemunduran, dan dunia multi-kutub pun mulai muncul," katanya.
Lihat Juga :