Debat Perdana Capres, Aktivis Pemilu: Publik Nilai Prabowo Masih Emosional
Rabu, 13 Desember 2023 - 18:16 WIB
loading...
Terkait debat perdana capres 2024, KISP Moch Edward Trias Pahlevi menilai, capres Nomor 2 Prabowo Subianto sudah terbiasa dengan isu pelanggaran HAM. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Terkait debat perdana capres 2024, Koordinator Umum Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) Moch Edward Trias Pahlevi menilai, capres Nomor 2 Prabowo Subianto sudah terbiasa dengan isu pelanggaran HAM, sehingga ia telah mempersiapkannya. Hal itu tampak ketika ia menjawab pertanyaan dari capres lain.
"Untuk isu HAM, Prabowo semacam sudah terbiasa dengan isu tersebut. Jadi cara mengembalikannya sudah lebih berpengalaman. Akan tetapi secara retorika mungkin terlalu emosi," tegas Moch Edward pada wartawan, Rabu (13/12/2023).
Namun kata dia, emosi Prabowo juga ditangkap publik yang kemudian viral di media sosial. Begitu juga soal pelanggaran etik pada Putusan MK yang dinilai memuluskan langkah Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapres Prabowo.
Baca juga: Prabowo Joget Gemoy di Depan Ganjar dan Anies saat Bahas HAM pada Debat Capres 2024
"Karena itu kemarin yang membuat serangan-serangan di media sosial bahwa Prabowo terlalu emosional ketika menanggapi itu, tapi secara substansi saya rasa mungkin sudah persiapan untuk merespons isu HAM dan orang dalam soal MK," ujarnya.
"Untuk isu HAM, Prabowo semacam sudah terbiasa dengan isu tersebut. Jadi cara mengembalikannya sudah lebih berpengalaman. Akan tetapi secara retorika mungkin terlalu emosi," tegas Moch Edward pada wartawan, Rabu (13/12/2023).
Namun kata dia, emosi Prabowo juga ditangkap publik yang kemudian viral di media sosial. Begitu juga soal pelanggaran etik pada Putusan MK yang dinilai memuluskan langkah Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi cawapres Prabowo.
Baca juga: Prabowo Joget Gemoy di Depan Ganjar dan Anies saat Bahas HAM pada Debat Capres 2024
"Karena itu kemarin yang membuat serangan-serangan di media sosial bahwa Prabowo terlalu emosional ketika menanggapi itu, tapi secara substansi saya rasa mungkin sudah persiapan untuk merespons isu HAM dan orang dalam soal MK," ujarnya.
Lihat Juga :