PCINU Inggris Raya Gelar Konfercab, Mengglobalkan Moderasi Beragama
Senin, 11 Desember 2023 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
"Konflik di Gaza adalah tantangan nyata bagi umat Muslim dalam mempertahankan nilai-nilai bahwa Islam adalah agama damai. Buktinya kita telah berupaya terus mendoronh adanya gencatan senjata, tapi sayangnya di-veto oleh Amerika," katanya ini dilangsungkan di aula KBRI London, 30 Great Peter St, London.
Ketua PCINU UK (demisioner) Shandy Adiguna mengatakan, kader-kader NU di luar negeri adalah sumber daya manusia yang luar biasa untuk menyuarakan semangat Islam wasathiyah ini. Shandy yang sudah lebih dari 10 tahun tinggal di UK itu menuturkan, SDM NU bisa dan harus disiapkan mendorong diplomasi moderasi beragama di konteks negara masing-masing, khususnya di Inggris Raya.
Dia menekankan masyarakat Indonesia harus lebih optimistis bahwa warna keislamannya punya dampak besar untuk dunia, khususnya dalam membawa perdamaian dan kemajuan. "Diplomasi (Islam wasathiyah) ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita diaspora, khususnya yang Muslim, wa bil khusus yang NU, untuk menjalankannya," ujarnya.
Dalam acara yang didukung penuh Kemenag dan KBRI London tersebut, tampil sebagai penyemangat yakni rebana ibu-ibu Muslimat NU UK. Sebagai informasi, rebana mereka pernah tampil di Trafalgar Square, yang merupakan alun-alun utama London. Selain menyemangati, rebana Muslimat NU tersebut juga menjadi obat rindu bagi jamaah yang kangen dengan suasana keagamaan yang tradisional di Indonesia.
Kepala Balitbang Kemenag Prof Suyitno yang hadir juga memberikan arahan dalam acara tersebut. Di hadapan jemaah dan tamu undangan dari berbagai kalangan lintas iman dan profesi, Prof Suyitno menekankan tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai kesetaraan antara manusia apapun latarnya.
Ketua PCINU UK (demisioner) Shandy Adiguna mengatakan, kader-kader NU di luar negeri adalah sumber daya manusia yang luar biasa untuk menyuarakan semangat Islam wasathiyah ini. Shandy yang sudah lebih dari 10 tahun tinggal di UK itu menuturkan, SDM NU bisa dan harus disiapkan mendorong diplomasi moderasi beragama di konteks negara masing-masing, khususnya di Inggris Raya.
Dia menekankan masyarakat Indonesia harus lebih optimistis bahwa warna keislamannya punya dampak besar untuk dunia, khususnya dalam membawa perdamaian dan kemajuan. "Diplomasi (Islam wasathiyah) ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita diaspora, khususnya yang Muslim, wa bil khusus yang NU, untuk menjalankannya," ujarnya.
Dalam acara yang didukung penuh Kemenag dan KBRI London tersebut, tampil sebagai penyemangat yakni rebana ibu-ibu Muslimat NU UK. Sebagai informasi, rebana mereka pernah tampil di Trafalgar Square, yang merupakan alun-alun utama London. Selain menyemangati, rebana Muslimat NU tersebut juga menjadi obat rindu bagi jamaah yang kangen dengan suasana keagamaan yang tradisional di Indonesia.
Kepala Balitbang Kemenag Prof Suyitno yang hadir juga memberikan arahan dalam acara tersebut. Di hadapan jemaah dan tamu undangan dari berbagai kalangan lintas iman dan profesi, Prof Suyitno menekankan tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai kesetaraan antara manusia apapun latarnya.
Lihat Juga :